Terjerat Utang Fintech Lending, Yi Dicecar 20 Pertanyaan dari Penyidik Polresta Surakarta

Korban peminjaman online atau Fintech Lending ilegal asal Solo berinisial Yi dicecar sebanyak 20 pertanyaan dari penyidik di Polresta Solo.

Terjerat Utang Fintech Lending, Yi Dicecar 20 Pertanyaan dari Penyidik Polresta Surakarta
TribunSolo.com/Agil Tri
YI dan Sukadewa saat jumpa pers di Centra Niaga, Solo Baru, Grogol, Sukoharjo, Kamis (25/7/2019). TribunSolo.com/Agil Tri 

Kendati sudah viral dan diberitakan di beberapa media, korban yang bernama Yi mengaku belum ada yang membantu dia.

Melansir kontan.co.id, Yi sudah meminta bantuan hukum dari ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Solo Raya dan Polretabes setempat.

Kisah ini berasal beberapa waktu lalu, Yi meminjam uang sebesar Rp 1 juta kepada sebuah perusahaan fintech pinjaman online, Incash.

Kala itu, ia meminjam dana tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.

"Pinjamnya belum ada dua minggu ini. Saya meminjam Rp 1 juta, tapi terima hanya Rp 680.000.
Saya pinjam untuk kebutuhan sehari-hari," ujar Yi kepada Kontan.co.id pada Rabu (24/7/2019).

I meminjam dengan jangka waktu pinjaman atau tenor selama tujuh hari.

Ia mengaku baru telat membayar satu hari, ia mendapatkan teror.

"Baru telat sehari sudah diteror. Mereka bikin group whatsapp yang ada gambar saya dengan tulisan pelecehan," jelas Yuliana.

Memang beredar sebuah iklan yang menjadi viral.

Dalam iklan tersebut, i rela digilir seharga Rp 1,054 juta demi melunasi utang di aplikasi financial technologly Incash.

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved