Gunung Tangkuban Parahu Erupsi

Kembali Erupsi, Status Gunung Tangkuban Parahu Naik Jadi Waspada

Gunung Tangkuban Parahu (2.084 m dpl) kembali bererupsi masing-masing pada pukul 20.07 WIB, 21.11 WIB dan 21.28 WIB, Kamis (1/8/2019).

Kembali Erupsi, Status Gunung Tangkuban Parahu Naik Jadi Waspada
Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari
Gunung Tangkuban Parahu, Sabtu (27/7/2019). Tribun Jabar/Syarif Pulloh Anwari 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gunung Tangkuban Parahu (2.084 m dpl) kembali bererupsi masing-masing pada pukul 20.07 WIB, 21.11 WIB dan 21.28 WIB, Kamis (1/8/2019).

Hasil rekaman seismograf tercatat 4 kali gempa Letusan, 255 kali gempa hembusan, 4 kali gempa vulkanik dangkal, tremor menerus dengan amplitudo dominan 20 mm.

Berdasarkan hasil pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), kolom abu tercatat mencapai ketinggian 100-180 meter dari dasar kawah dan condong ke arah utara dan timur.

Suara gemuruh terdengar dan sebagian material letusan jatuh kembali ke dalam kawah.

Baca: Status Gunung Tangkuban Parahu Dinaikkan Menjadi Waspada

Plh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo mengatakan erupsi kembali terjadi masing-masing pada pukul 00.06 WIB, 03.57 WIB dan 06.07 WIB, Jumat (2/8/2019) dengan tekanan sedang dan kolom abu bergerak ke arah Barat Laut.

"Melalui rekaman seismograf tercatat- 1 kali tremor letusan selama kurang lebih 2 jam. Berdasarkan hasil analisa data visual dan instrumental serta potensi ancaman bahayanya, maka disimpulkan tingkat aktivitas Gunung Tangkuban Parahu meningkat menjadi Level II Waspada," kata Agus dalam keterangannya pada Jumat (2/8/2019).

Ia mengatakan, tingkat aktivitas tersebut dapat dievaluasi kembali sesuai dengan adanya potensi perubahan tingkat ancaman/bahaya aktivitas vulkanik.

Sementara itu ia juga mengatakan, masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, pengunjung, wisatawan, pendaki dihimbau untuk tidak mendekati kawah puncak dalam radius 1,5 kilometer dari kawah aktif dan mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba tanpa didahului oleh gejala vulkanik yang jelas.

"Selain itu kawasan Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu sementara ditutup sementara hingga jarak aman,"kata Agus.

Kendati demikian, ia mengatakan masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu diharap untuk tetap tenang dan beraktivitas seperti biasa.

"Selain itu warga juga dimohon agar tidak terpancing isu-isu tentang letusan Gunung Tangkuban Parahu dan harap selalu mengikuti arahan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan pihak berwajib lainnya," kata Agus.

Penulis: Gita Irawan
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved