Tiap Hari Cewek Korban Trafficking ini Layani 10 Lelaki di Pantai Prigi, Kini dia Ingin Sekolah Lagi

Cewek Belia Korban Trafficking ini Setiap Hari Layani Birahi 10 Lelaki Pantai Prigi Trenggalek, Kini dia Mau Sekolah Lagi.

Tiap Hari Cewek Korban Trafficking ini Layani 10 Lelaki di Pantai Prigi, Kini dia Ingin Sekolah Lagi
Tribun Batam/Leo
Ilustrasi - Cewek Belia Korban Trafficking ini Setiap Hari Layani Birahi 10 Lelaki Pantai Prigi Trenggalek, Kini dia Mau Sekolah Lagi. 

TRIBUNNEWS.COM, TULUNGAGUNG - Cewek belia yang masih di bawah umur ini menjadi korban perdagangan manusia alias trafficking di Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Setiap hari cewek belia berinisial NA ini harus melayani nafsu birahi sebanyak 10 lelaki di Pantai Prigi Trenggalek.

Kini setelah kasusnya terungkap si cewek belia tersebut mau melanjutkan sekolah lagi, setelah mendapat pendampingan khusus dari Unit Layanan Terpadu Pendampingan Sosial Anak integratif (ULT PSAI) Tulungagung.

Selain NA, korban trafficking lainnya adalah dua anak perempuan lain yang juga di bawah umur, APM dan WA.

ULT PSAI Tulungagung mendampingi tiga anak korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau trafficking.

Pendampingan dilakukan saat perkara mulai bergulir di kepolisian hingga putusan, bahkan setelah perkara diputus.

Tiga korban tersebut adalah NA (14), APM (16) dan WA (15), semuanya warga Tulungagung.

Koordinator ULT PSAI Tulungagung, Sunarto mengatakan, tiga korban termasuk anak berhadapan dengan hukum (ABH).

“Karena mereka adalah anak-anak yang sedang berhadapan dengan hukum, maka ULT PSAI akan mendampingi sampai tuntas,” ujar Sunarto.

Baca: Pria dan Wanita di Madura ini Dibantai Dengan Sadis di Dekat Pasar Karena Asmara

Baca: Meski Tanpa Presiden, Puteri Indonesia 2019 dan Cinta Laura Mempesona Ajang Jember Fashion Carnaval

Baca: Pria & Wanita Madura ini Langsung Dibacok Hingga Meregang Nyawa saat Asyik Boncengan Kawasaki Ninja

Sebelumnya, ke tiga korban sudah mendapat dampingan psikolog dari Program Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga).

Hasilnya, tidak ada trauma mendalam yang dialami para korban.

BERITA SELENGKAPNYA  >>>>>

Editor: Mujib Anwar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved