Kisah Ibu Pasca Lahirkan Anak di Masalembu, Harus Naik Kapal Tempuh 21 Jam ke Sumenep Untuk Dikiret

Kisah Ibu Pasca Lahirkan Anak di Masalembu, Harus Naik Kapal Tempuh 21 Jam ke Sumenep Untuk Dikiret.

Kisah Ibu Pasca Lahirkan Anak di Masalembu, Harus Naik Kapal Tempuh 21 Jam ke Sumenep Untuk Dikiret
TRIBUNJATIM.COM
Kisah Ibu Pasca Lahirkan Anak di Masalembu, Harus Naik Kapal Tempuh 21 Jam ke Sumenep Untuk Dikiret 

Kisah Ibu Pasca Lahirkan Anak di Masalembu, Harus Naik Kapal Tempuh 21 Jam ke Sumenep Untuk Dikiret

TRIBUNNEWS.COM, SUMENEP - Rusdiyana (36) warga Desa Masalima Kecamatan/Pulau Masalembu harus tega meninggalkan anak ke - 3 nya yang baru melahirkan kemarin dini hari, Rabu (7/8/2019) pukul 03.00 WIB demi mendapatkan kesehatan di rumah sakit.

Ditinggalnya anak ke-3 yang berjenis kelamin perempuan dan dengan berat badan (bb) 37 gram, tinggi/PB 50 cm itu, sebab Rusdiyana berjuang demi menyelamatkan diri atau kondisi kesehatannya yang harus dirujuk ke RS dr H Moh Anwar Sumenep dengan tempuh perjalanan waktu dari Pulau Masalembu 21 jam.

Rinciannya, perjalanan dari Masalembu ke Tanjung Perak Surabaya 17 jam dan dari Surabaya ke Sumenep 4 jam.

Akibat kurangnya fasilitas kesehatan di Puskesmas Pulau Masalembu, ibu dari tiga anak ini dalam kondisi sakit harus bisa bertahan dengan hantaman ombak di tengah laut angin Agustus 2019 ini.

Untungnya, Rusdiyana langsung ada kapal Sabuk Nusantara 92 dari pulau Masalembu menuju pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan tempuh perjalanan 16 jam. Kalau tidak, terpaksa harus naik perahu nelayan dengan perjalanan ke Sumenep 24 jam.

 

Baca selengkapnya >>>>>

Editor: Januar Adi Sagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved