Breaking News:

Ditolak Pemilik Lahan, Eksekusi Proyek Pembangunan Bendungan di Deliserdang Batal

Proses eksekusi lahan untuk pembangunan proyek bendungan di Kecamatan Batangkuis, batal karena menuai penolakan dari pemilik lahan.

Istimewa
Proses eksekusi lahan untuk pembangunan proyek bendungan di Kecamatan Batangkuis, Deliserdang, Sumatera Utara oleh Pengadilan Negeri Lubukpakam, batal karena menuai penolakan dari pemilik lahan, Jumat (9/8/2019). 

"Kami terpaksa menunda eksekusi karena kurang pengamanan," kata Panitera PN Lubukpakam, Asmar Josen.

Sementara itu, pihak PUPR tidak bisa berbuat banyak terkait penundaan.

Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada pengadilan untuk melakukan pengosongan ulang.

Adapun eksekusi lahan ini tetap akan dilakukan meski proses hukum di dipengadilan masih berjalan, karena pihak PUPR menempuh langkah konsinyasi untuk proses ganti rugi.

"Uangnya kami titipkan ke pengadilan," kata Staf Kementerian PUPR, Indra Kurnia.

Adapun proyek pembangunan bendungan itu bersumber dari dana APBN dengan nilai kontrak mencapai Rp 234,23 miliar.

Hingga kini, proses pembangunan telah berjalan kira-kira 20 persen dan direncanakan rampung pada 2021 mendatang.

Bendungan yang menampung air dari Sungai Batu Gingging dan Sungai Belumai itu rencananya akan mengaliri sekitar 45.000 hektar lahan pertanian yang ada di wilayah tersebut. (mak/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Tuai Penolakan, Eksekusi Lahan Bendungan di Deliserdang Batal

Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved