Gema Desantara Bentuk Kopan di Batam untuk Bentengi Masyarakat dari Bahaya Narkoba

Peredaran Narkoba di Kota Batam semakin menghawatirkan, sejak Januari hingga Agustus 2019 ini tercatat sudah 33 kasus percobaan penyelundupan Narkoba

Gema Desantara Bentuk Kopan di Batam untuk Bentengi Masyarakat dari Bahaya Narkoba
ist
Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba ini dilaksanakan oleh Gema Desantara di Kota Batam di Asrama Haji Batam Center yang diikuti oleh 218 peserta, Selasa (13/8/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Peredaran Narkoba di Kota Batam semakin menghawatirkan, sejak Januari hingga Agustus 2019 ini tercatat sudah 33 kasus percobaan penyelundupan Narkoba yang digagalkan oleh aparat di Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Hal tersebut diyakini hanya sejumlah kecil dari peredaran Narkoba di Kota Batam yang dapat digagalkan oleh aparat, mengingat Batam merupakan kota terbuka dengan berbagai akses transportasi yang terbuka luas, terutama jalur laut.

Kepala Badan Kesbangpol dan Linmas Kota Batam, Taufik Said mengatakan bahwa penanggulangan bahaya Narkoba tidak cukup hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum, perlu adanya peran serta masyarakat.

"Jumlah aparat terbatas, dengan jangkauan wilayah kepulauan yang dikelilingi laut begitu luas, sehingga akses transportasi terbuka, terutama jalur laut. Sehingga masyarakat harus bahu membahu bersama aparat turut serta menanggulangi bahaya Narkoba," ungkap Taufik Said di acara Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba ini dilaksanakan oleh Gema Desantara di Kota Batam di Asrama Haji Batam Center yang diikuti oleh 218 peserta, Selasa (13/8/2019).

Untuk meningkatkan peran serta masyarakat, Taufik Said mengapresiasi pembentukan Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) yang dilaksanakan oleh Gema Desantara di wilayahnya.

"Kami berharap, KOPAN ke depan dapan menjadi mitra strategis pemerintah dalam upaya penanggulangan bahaya narkoba di Kota Batam," tuturnya.

Sementara itu, Sekjend Gema Desantara, Asep Ali mengatakan bahwa pembentukan Kelompok Pemuda Anti Narkoba (KOPAN) ini adalah out put dari Pelatihan Kader Pemuda Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh Gema Desantara bekerjasama dengan Kemenpora RI, yang dilaksanakan di Kota Batam, Selasa (13/8/2019) di Asrama Haji Batam Center.

Kegiatan ini, selain sebagai bentuk peran serta masyarakat, khususnya pemuda, dalam penanggulangan bahaya Narkoba, juga sebagai bentuk pelaksanaan Inpres No 06 tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN.

“Presiden Jokowi telah mengeluarkan Inpres No 06 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN, kami berterimakasih kepada Kemenpora RI yang telah memfasilitasi kegiatan ini, tentunya kedepan Pemerintah Daerah juga dapat memberikan perhatian serius terhadap upaya-upaya penyadaran masyarakat tentang bahaya Narkoba," jelas Asep Ali.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ipda Wahyudi yang mewakili Polda Kepri, mengatakan bahwa usia muda ini sangat rentan terpapar bahaya Narkoba. Selain masalah Narkoba, Wahyudi juga mewaspadai bahaya radikalisme yang mulai menyebar di Kota Batam.

“Ke depan, kegiatan-kegiatan yang melibatkan usia muda ini kami harapkana dapat juga dipadukan antara masalah Narkoba dan radikalisme,” tuturnya.

Menanggapi pernyataan Ipda Wahyudi, Tongku April Hasibuan selaku Koordinator Kader Pemuda Anti Narkoba Kota Batam menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah dan aparat.

“Selain Polda Kepri yang diwakili oleh Ipda Wahyudi, hadir juga Kabid Pemuda Dispora Kota Batam, Sri Indra Praja, MM. dan Ibu Anne Putri Harini selaku Kabid Rehabilitasi BNN Kota Batam sebagai Narasumber. Tentu ini akan memompa semangat kami untuk terus bergerak, ke depan kami akan siap bekerjasama, baik terkait Narkoba maupun Radikalisme, dua-duanya berbahaya,” paparnya.

Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di

BERITA REKOMENDASI

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved