Spesialis Curanmor di Bangkalan Merintih Seusai Diterjang 2 Peluru, Gara-gara Melawan saat Ditangkap

Pelaku curanmor hanya bisa merintih seusai diterjang dua peluru. Gara-gara pelaku melawan saat hendak ditangkap.

Spesialis Curanmor di Bangkalan Merintih Seusai Diterjang 2 Peluru, Gara-gara Melawan saat Ditangkap
TRIBUNJATIM.COM
Spesialis Curanmor di Bangkalan Merintih Seusai Diterjang 2 Peluru, Gara-gara Melawan saat Ditangkap 

TRIBUNNEWS.COM, BANGKALAN - Pelaku pencurian motor (curanmor), Munili (42), warga Desa Blungkeng Kecamatan Sepulu merintih kesakitan seusai anggota Satreskrim Polres Bangkalan melepaskan dua peluru mengenai kaki kanannya.

Spesialis curanmor menggunakan kunci T itu harus dipapah dua polisi ketika dihadirkan dalam pers rilis yang digelar di halaman utara Mapolres Bangkalan, Senin (19/8/2019).

Munili bahkan tak mampu berdiri tegak. Kaki kirinya tak kuat menopang berat tubuhnya.

Sementara kaki kanannya, tempurung lutut dan mata kaki jebol diterjang timah panas.

"Kami terpaksa bertindakan tegas dan terukur karena Munili mencoba melawan anggota saat hendak ditangkap," ungkap Wakapolres Bangkalan Kompol Hendy Kurniawan.

Penangkapan Munili berawal dari penggerebekan sebuah rumah di Desa Macajah Kecamatan Tanjung Bumi, Jumat (16/8/2019).

Saat itu, polisi menangkap Ibnu Sabilillah (19), warga setempat.

Sedangkan pemilik rumah kabur. Ibnu mengaku baru dua bulan mengenal Munili.

 "Rumah itu diduga sebagai penampungan motor hasil curian. Ada lima unit motor, sejumlah plat nomor, dan tumpukan perkakas kelengkapan motor," jelas Hendy.

Di hadapan polisi, Ibnu yang juga ditembak di bagian lutut kanan itu mengaku terlibat aksi curanmor bersama Munili di delapan TKP di wilayah Kota Bangkalan dan tiga TKP di Kecamatan Klampis.

Halaman 2 >>>>>

Editor: Januar Adi Sagita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved