Hendi Minta Siswa Asal Papua Di Semarang Netralisir HOAX

SMK Bagimu Negeriku merupakan salah satu sekolah di Kota Semarang yang menerima murid dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Papua.

Hendi Minta Siswa Asal Papua Di Semarang Netralisir HOAX
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berpegangan tangan dengan siswa SMK Bagimu Negeriku asal Papua di Mijen, Selasa (3/9/2019). 

Selasa (3/9), Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi, Kapolrestabes Semarang Abiyoso Seno Aji, dan Dandim 0733 BS / Kota Semarang Zubaedi berkunjung ke SMK Bagimu Negeriku di daerah Mijen.

Bukan tanpa alasan, para pimpinan daerah Ibu Kota Jawa Tengah tersebut secara khusus bermaksud untuk bertemu dengan sejumlah siswa asal Papua yang bersekolah di sekolah tersebut.

Pasalnya SMK Bagimu Negeriku merupakan salah satu sekolah di Kota Semarang yang menerima murid dari seluruh provinsi di Indonesia, termasuk Papua.

Di sana, Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu pun membawa para siswa pada sebuah diskusi terkait keprihatinannya atas mungemukanya isu perpecahan di Indonesia, yang diakibatkan oleh
penyebaran HOAX.

“Sebuah keprihatinan pasca Pemilu raya, muncul perpecahan karena isu SARA. Saya yakin pribadi kita oke tetapi kemarin diperparah dengan isu hoax di media sosial," tuturnya.

"Jadi saya titip pesan kepada seluruhnya untuk melakukan netralisir apabila menemukan berita hoax, semua ini demi kenyamanan kita bersama sebagai warga bangsa yang cinta NKRI,” himbau Wali Kota Semarang tersebut.

Hendi menegaskan, bahwa Negara Indonesia memang adalah negara yang kaya dengan perbedaan, maka dari itu para Founding Fathers Republik Indonesia memutuskan Garuda Pancasila dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan.

Untuk itu dirinya berkeyakinan jika seharusnya Bangsa Indonesia tidak lagi mempermasalahkan adanya perbedaan.

“Jadi di sini saya ingin menyampaikan ke semua yang hadir, bahwa kita ini sudah hidup di era kemerdekaan, sudah 74 tahun, jadi jangan ada lagi diskusi mengenai perbedaan - perbedaan yang ada," tekan Hendi.

"Bung Karno, Bung Hatta, serta para pendiri bangsa lainnya sudah memikirkan jauh-jauh hari hingga lahirlah Pancasila," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved