Ada 333 Janda Baru di Probolinggo, Mayoritas Pilih Pisah gara-gara Faktor Ekonomi

Sedikitnya ada 333 janda baru di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penyebab perceraian karena faktor ekonomi, sering berantem dan pernikahan dini

Ada 333 Janda Baru di Probolinggo, Mayoritas Pilih Pisah gara-gara Faktor Ekonomi
Pixabay
ILUSTRASI PERCERAIAN 

TRIBUNNEWS.COM, PROBOLINGGO - Selama Agustus 2019, sedikitnya ada 333 janda baru di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Penyebab perceraian karena faktor ekonomi, sering berantem dan pernikahan dini.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama setempat Masyhudi mengatakan, pihaknya pada bulan Agustus telah memutus 333 kasus perceraian. Selama bulan Agustus, cerai talak (CT) sebanyak 115 kasus dan cerai gugat (CG) ada 218 kasus.

Jumlah itu tertinggi sepanjang tahun 2019. "Kasus cerai talak sampai saat ini masih tetap berada di bawah cerai gugat," katanya, Kamis (5/9/2019).

Masyhudi menambahkan, sejumlah faktor membuat pasutri mengajukan cerai. Salah satunya adalah faktor ekonomi, sehingga seorang istri kemudian mengajukan cerai gugat ke pengadilan setempat.

“Faktor ekonomi masih dominan dalam kasus perceraian ini. Mayoritas kasusnya masih lebih banyak cerai gugat. Selain faktor ekonomi, ada faktor lain yaitu pernikahan dini. Mereka belum siap berumah tangga, usianya belum matang," katanya.

Baca: Siswi SMP Korban Perceraian Diperkosa Pengantin Baru, Diam Seribu Bahasa Demi Jaga Perasaan Kakak

Pasutri juga sering terlibat percekcokan sehingga baru satu tahun menikah sudah mau cerai. Tapi tetap tidak sebanyak kasus perceraian yang muncul karena faktor ekonomi.

Masyhudi menyayangkan maraknya kasus perceraian, namun ia juga mengatakan bahwa tidak bisa menolak setiap kali ada perkara yang masuk.

“Kami terus berupaya untuk memediasi agar memilih jalan damai. Kami sesungguhnya menyayangkan tingginya angka perceraian," jelasnya.

Diketahui, angka perceraian Agustus lebih tinggi dari Juli lalu. Saat itu, pihaknya memutus 288 kasus perceraian.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Selama Agustus, 333 Pasangan Suami Istri di Probolinggo Bercerai" 

Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved