Program Air untuk Kehidupan Ditujukan Bagi Penduduk di Wilayah Kekeringan

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),Periode 01-03 September 2019, terdapat 9 provinsi,107 kabupaten atau kota alami kekeringan

Program Air untuk Kehidupan Ditujukan Bagi Penduduk di Wilayah Kekeringan
Wartakota
ilustrasi kekeringan

TRIBUNNEWS.OM, BANTEN - Kekeringan yang melanda Indonesia beberapa bulan ini membuat sejumlah wilayah kekurangan air bersih.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini sekitar 92 persen wilayah Indonesia mengalami musim kemarau.

Bahkan sejumlah wilayah di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sudah menghadapi kekeringan ekstrim di mana hari tanpa hujan lebih dari 60 hari.

Data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG),Periode 01-03 September 2019, terdapat 9 provinsi,107 kabupaten atau kota, 758 kecamatan, 2.620 desa atau kelurahan, 4 kabupaten tanggap darurat kekeringan yaitu Purworejo, Blora, Brebes, Lumajang dan 31 kabupaten atau kota siaga darurat kekeringan.

Dompet Dhuafa melalui kantor cabang yang tersebar di seluruh Indonesia membagikan air secara gratis yang dikenal dengan Program Air untuk Kehidupan, yang ditujukan untuk penduduk di wilayah yang kekeringan.

Hingga Selasa kemarin (03/09), melalui Disaster Management Centre (DMC) Dompet Dhuafa telah mendistribusikan sebanyak 285.600 liter air bersih dengan total penerima manfaat sebanyak 13.408 jiwa.

Baca: BMKG: Daftar Wilayah Banten dan DKI Jakarta Berpotensi Kekeringan

Musim kemarau diprediksi berlangsung hingga Oktober 2019 dan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, BMKG melaporkan, musim kemarau yang terjadi pada 2019 akan jauh lebih kering.

Kekeringan berdampak pada terhambatnya aktivitas warga. Bahkan hingga menyentuh aspek perekonomian warga seperti yang terjadi di Gunung Kidul, demi setetes air warga rela menjual hewan ternaknya.

Ady Sumarna salah satu tim respon DMC pada musibah kekeringan Banten mengatakan, banyak warga di sebagian daerah di Pandeglang mengungkapkan rasa kekhawatiran akan sawahnya yang berpotensi mengalami gagal panen.

Selain itu, kurangnya respon cepat dari pemerintah setempat menambah kekhawatiran warga. Beruntung akhir pekan lalu, melalui tim DMC, tim melakukan distribusi air bersih selama 4 hari (Mulai Jumat, 30/8 hingga Senin, 02/09) kepada 1.058 Kepala Keluarga atau sekitar 3.954 jiwa di 6 titik lokasi kekeringan.

“Kendati demikian, pasokan air yang diangkut oleh 9 tangki tersebut, atau sekitar 38.000 Liter air bersih, belum mampu mencukupi kebutuhan para warga sepenuhnya. Tim memastikan masih akan dilakukan kembali bantuan berikutnya. Menurut hasil assessment tim DMC, perlu diadakannya pembuatan sumur bor serta penampungan air di salah satu lokasi, tepatnya Desa Pasir Sedang, Kec. Picung," ujarnya.

Rencananya DMC akan membuat sumur bor dan penampungan air di Desa Pasir Sedang Kecamatan Picung. Untuk kepemilikan tanah dan RAB-nya sudah disiapkan.

Selain pembuatan sumur bor, tim DMC juga akan men-support mesin ‘Alkon’ untuk membantu masyarakat pandeglang khususnya kalangan petani. Demikian dikarenakan keadaan lahan sawah mulai banyak yang mengering, sehingga sangat berpotensi gagal panen jika tidak segera diairi”, tutup Ady.

Baca: Foto-foto OOTD Mahasiswi 22 Tahun Ini Viral, Cuitan di Twitter Ungkap Cerita, Banjir Pujian Netizen

Informasi terkini terkait sebaran Program Air Untuk Kehidupan Dompet Dhuafa, yaitu di 6 Provinsi (Jawa Barat, NTB, Sulawesi Selatan, Banten, Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta),8 Kabupaten (Bogor, Bekasi, Bandung, Lombok Timur, Maros, Pandeglang,Banyumas dan Gunung Kidul),15 Desa dan 15 Kecamatan dengan 13.408 jiwa penerima manfaat.

"Sehingga total bantuan air bersih yakni 29 tangki 136.600 liter dengan rata-rata 20,07 liter/ jiwa. Disaster Management Center Dompet Dhuafa akan terus melakukan penyaluran air untuk membantu para warga yang mengalami kekringan di berbagai pelosok indonesia," katanya.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved