Kabut Asap

16 Perusahaan Diduga Menjadi Penyumbang Semakin Menebalnya Kabut Asap di Kalteng

Sebanyak 16 korporasi diduga menjadi penyumbang semakin menebalnya kabut asap yang terjadi sebagai dampak dari kebakaran lahan di Kalteng.

16 Perusahaan Diduga Menjadi Penyumbang Semakin Menebalnya Kabut Asap di Kalteng
Banjarmasinpost.co.id/Faturahman
Kepala Biro Operasi Polda Kalteng, Kombes Pol Rinto Djatmono. Banjarmasinpost.co.id/Faturahman 

TRIBUNNEWS.COM, PALANGKARAYA - Sebanyak 16 korporasi diduga menjadi penyumbang semakin menebalnya kabut asap yang terjadi sebagai dampak dari kebakaran lahan di Kalimantan Tengah.

Aparat kepolisian melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kebakaran lahan pada perusahaan tersebut.

Kepala Biro Operasi Polda Kalteng, Kombes Pol Rinto Djatmono mengatakan, pihaknya terus melakukan proses hukum pada lahan-lahan yang terbakar tersebut.

Hingga Jumat (6/9/2019) sudah ada sebanyak 34 laporan polisi terkait kebakaran lahan di Kalteng.

Dia mengungkapkan, hingga saat ini sudah 42 tersangka yang ditetapkan polisi sebagai pembakar lahan.

MAKIN TEBAL -- Kondisi udara kota Palembang pada pagi ini, Rabu (4/9/2019) diselimuti kabut yang bercampur asap karhutla. Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang, Sumatera Selatan, jarak pandang berkisar 1,2-1,5 Km dengan Kelembapan 90-96% dengan keadaan cuaca Smoke (Asap). Intensitas asap tebal umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB), dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut. SRIPO/SYAHRUL
MAKIN TEBAL -- Kondisi udara kota Palembang pada pagi ini, Rabu (4/9/2019) diselimuti kabut yang bercampur asap karhutla. Berdasarkan catatan BMKG Stasiun Meteorologi Bandara SMB II Palembang, Sumatera Selatan, jarak pandang berkisar 1,2-1,5 Km dengan Kelembapan 90-96% dengan keadaan cuaca Smoke (Asap). Intensitas asap tebal umumnya terjadi pada dini hari menjelang pagi hari (04.00-07.00 WIB), dikarenakan labilitas udara yang stabil pada saat tersebut. SRIPO/SYAHRUL (SRIPO/SRIPO/SYAHRUL)

"Ada 16 koorporasi yang masih kami lakukan penyelidikan, sedangkan satu koorporasi sudah naik tahap penyidikan," ujarnya.

Menurut dia, satu korporasi yang dinaikkan statusnya penyidikan tersebut berada di Kabupaten Pulangpisau, yang diduga lahan untuk perkebunan sengaja dibakar untuk membuka lahan baru sebagai kebun.

"Kami sudah melakukan gelar perkara terhadap satu kasus di Pulangpusau tersebut dan sampai saat ini masih diproses. 15 perusahaan lainnya masih diselidiki, jika dalam tahap penyelidikan mengarah pada kesengajaan akan ditingkatkan jadi penyidikan," ujarnya.

Penyelidikan tersebut termasuk kebakaran lahan yang terjadi di salah satu perusahaan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Pundu Kabupaten Kotawaringin Timur yang terbakar sehingga membuat warga sekitarnya menjadi terganggu.

"Ya, kebakaran lahan HTI di Pundu itu juga kami proses, saat ini diselidiki," ujarnya.

Halaman
123
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved