Terungkap, Masyarakat Sulit Dapat Antrean untuk Buat Paspor Ternyata karena Ada Jual Nomor Antrean

Masyarakat kerap dipersulit mendapat nomor antrean. Akibatnya, banyak warga Bandung mengurus paspor di kantor imigrasi di luar Kota Bandung.

Terungkap, Masyarakat Sulit Dapat Antrean untuk Buat Paspor Ternyata karena Ada Jual Nomor Antrean
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
Warga menjalani sesi pemotretan dan memindai sidik jari oleh petugas saat akan membuat paspor baru di Kantor Imigrasi Kelas 1 Bandung, Jalan Surapati, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (20/8/2019). Permohonan pembuatan paspor di Kantor Imigrasi dilakukan secara antrean online melalui Aplikasi Permohonan Paspor di android atau melalui website http://antrian.imigrasi.go.id pada hari Jumat dengan kuota 350 pemohon. Langkah selanjutnya menyerahkan dokumen persyaratan, wawancara singkat, sesi pemotretan, dan memindai sidik jari di Kantor Imigrasi pada hari yang sudah ditentukan. Tribun Jabar/Gani Kurniawan 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Mega Nugraha Sukarna

TRIBUNNEWS.COM, BANDUNG - Kantor Imigrasi Bandung melimpahkan empat orang pemohon paspor yang memohon antrean pengurusan paspor ke Satgas Saber Pungli Jabar, Jumat (6/9/2019).

Empat orang ini membayar masing-‎masing Rp 200 ribu ke seorang oknum yang diduga dari Kantor Imigrasi Bandung.

‎Kadiv Imigrasi Kanwil Kemenkum HAM Jabar, Arie Budijanto, menerangkan bahwa seperti pemberitaan Tribun Jabar belum lama ini, masyarakat kerap dipersulit mendapat nomor antrean.

Akibatnya, banyak warga Bandung mengurus paspor di kantor imigrasi di luar Kota Bandung.

"Ternyata ada oknum tidak bertanggung jawab untuk kepentingan diri sendiri sehingga mengganggu kepentingan umum‎, membobol nomor antrean itu sehingga masyarakat pemohon dirugikan," ujar Arie.

Kepala Tim Tindak Satgas Saber Pungli Jabar, AKBP Basman, mengatakan bahwa‎ Kantor Imigrasi Bandung sudah meluncurkan sistem pengajuan nomor antrean untuk pengurusan paspor.

Namun, banyak komplain karena masyarakat sulit mendapat nomor antrean.

"Kalau ada masyarakat perlu paspor, begitu dia daftar secara online, ternyata sulit untuk mendapat nomor antrean karena langsung habis," ujar Basman.

Setelah penyelidikan, ternyata ada pihak lain yang memborong nomor antrean tersebut dengan menawarkan jasa pengurusan nomor antrean.

"Satu orang ini diduga oknum. Dia meminta Rp 200 ribu per orang untuk mengurus nomor antrean. ‎Empat orang pemohon sudah kami amankan, mereka masing-masing membayar Rp 200 ribu pada oknum ini," katanya.

Halaman
123
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved