Akses Jalan Rusak, Jenazah Ditandu Sejauh 18 km dan Diangkut Mobil Polisi
Jenazah warga di Polewali Mandar terpaksa harus diangkut menggunakan mobil patroli milik polisi sejauh belasan kilometer dari rumah duka.
TRIBUNNEWS.COM – Pada umumnya jenazah diangkut oleh mobil ambulan ke tempat pemakaman.
Namun berbeda dengan jenazah warga di Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Jenazah tersebut terpaksa harus diangkut menggunakan mobil patroli milik polisi sejauh belasan kilometer dari rumah duka di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga menuju tempat pemakaman di Desa Piriang.
Hal itu terjadi karena tidak adanya fasilitas mobil jenasah dari rumah sakit.
Baca: 6 Fakta Warga Lombok Timur Tewas usai Berkelahi dengan Anggota Satlantas Karena Tak Terima Ditilang
Baca: Viral, Video Wanita Emosi Labrak Penumpang KRL Lain karena Tak Terima Dipanggil Nenek
Selain itu, kondisi jalanan yang hancur dan tidak rata menyulitkan akses menjangkau tempat pemakaman.
Dikutip dari Kompas.com, jalan yang hancur tersebut tidak pernah dibangun, juga membuat akses jalan ke desa-desa rusak dan tidak terhubung.
Bahkan, sebelum diangkut menuju pemakaman menggunakan mobil polisi, jenazah terpaksa ditandu warga secara bergantian dari puskesmas menuju rumah duka sejauh 18 kilometer.
Hal itu dilakukan kerena jalan yang rusak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/setelah-ditandu-18-km-jenazah-warga-matangnga-diangkut-mobil-patroli-polisi.jpg)