Jalur Pendakian Gunung Slamet via Kabupaten Tegal Sudah Sebulan Ditutup

udah sebulan aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan karena berstatus waspada atau level II.

Jalur Pendakian Gunung Slamet via Kabupaten Tegal Sudah Sebulan Ditutup
Tribun Jateng/Budi Susanto
Kondisi Gunung Slamet dari arah Bascamp Dipajaya, asap nampak keluar dari puncak gunung, Sabtu (10/8/2019). Tribun Jateng/Budi Susanto 

TRIBUNNEWS.COM, SLAWI - Sudah sebulan aktivitas Gunung Slamet mengalami peningkatan karena berstatus waspada atau level II.

Sejak meningkatnya status pada 9 Agustus 2019 lalu oleh PVMBG, jalur pendakian di gunung tertinggi di Jawa Tengah itu masih ditutup.

Gunung yang membentang di lima kabupaten, yakni Kabupaten Banyumas, Pemalang, Tegal, Purbalingga dan Brebes itu masih tidak boleh didaki oleh warga umum.

Para stakeholder terkait pun sudah memberi peringatan kepada seluruh Basecamp Pos Pendakian di lima Kabupaten utu untuk tidak membuka jalur.

Terkait itu, Kapolsek Bumijawa AKP Awan Agus Setijono menuturkan bahwa hingga saat ini, para pendaki masih dilarang menaiki Gunung Slamet, khususnya untuk jalur via Kabupaten Tegal.

Baca: Dukuh Sawangan Tegal Rawan Terkena Erupsi Gunung Slamet


Menurut dia, warga Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal yang berada di kaki Gunung Slamet itu pun sudah dihimbau untuk bersiaga apabila terjadi peningkatan aktivitas vulkanologi.

"Sudah sebulan jalur pendakian ditutup.

Kami sudah berkoordinasi dengan rekan-rekan Basecamp di Kabupaten Tegal untuk menutup jalur pendakian.

Jalur kembali dibuka apabila statusnya mulai turun ke normal lagi atau ada pengumuman dari pihak berwenang," tutur AKP Awan kepada Tribunjateng.com, Senin (9/9/2019).

Baca: Bulan September, Dua Jalur Pendakian Gunung Sindoro Ditutup Sementara

Dia menuturkan, adapun seluruh jalur di Kabupaten Tegal pendakian berada di wilayah Kecamatan Bumijawa.

Halaman
12
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved