Pemilik Akun Twitter @Chezka zii yang Tawarkan Prostitusi Online Ditangkap Polda Bali

Polisi menemukan unggahan pada media sosial Twitter dengan nama akun @Chezka zii dengan hastag #Expo #Bali 4-6.

Pemilik Akun Twitter @Chezka zii yang Tawarkan Prostitusi Online Ditangkap Polda Bali
Warta Kota
Ilustrasi prostitusi online 

TRIBUNNEWS.COM, BALI - Pria berinisial H diamankan jajaran Jajaran Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali karena menyediakan atau menjual jasa pekerja seks komersial ( PSK) melalui media sosial Twitter. 

Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho mengatakan, penangkapan H bermula dari patroli siber pada 6 Agustus 2019.

Polisi menemukan unggahan pada media sosial Twitter dengan nama akun @Chezka zii dengan hastag #Expo #Bali 4-6.

"Isinya berupa foto yang mengandung muatan pornografi dengan cara menawarkan, mengiklankan, baik secara langsung maupun tidak langsung, layanan seksual," kata Yuliar dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Senin.

Polisi kemudian melakukan penelusuran untuk mencari tahu pemilik akun sekaligus yang menawarkan jasa prostitusi tersebut.

Polisi mengungkap pemilik akun sekaligus yang mengoperasikan adalah tersangka H alias J yang tinggal di Jalan Muding Mekar, Kerobokan, Kuta Utara, Badung.

"Berdasarkan hasil interogasi, memang benar yang bersangkutan merupakan pemilik akun twitter @Chezka zii yang digunakan untuk menawarkan wanita penghibur," kata Yuliar.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap ponsel milik H, ditemukan beberapa akun lain yang digunakan untuk tujuan yang sama.

H disangka melakukan tindak pidana menawarkan atau menyediakan pornografi, jasa pornografi, dan menjadikan obyek atau model yang mengandung muatan pornografi sesuai Pasal 9 jo Pasal 35 dan/atau Pasal 4 ayat (1) jo Pasal 29 dan/atau Pasal 4 ayat (2) jo Pasal 30 dan/atau Pasal 6 jo Pasal 32 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.

Pelanggaran juga dikaitkan dengan Pasal 27 Ayat (1) jo Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 296 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.

"Selain HP, barang bukti lainnya adalah print out screen capture yang memuat postingan dari akun Twitter @chezska_zii, 1 lembar bukti transfer pembayaran DP jasa prostitusi, 11 kondom, 1 pelumas," kata Yuliar.  (Kontributor Bali, Robinson Gamar)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tawarkan Prostitusi Lewat Twitter, Seorang Pria Ditangkap Polisi di Bali"

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved