Breaking News:

Zaenal Tewas Berkelahi dengan Polisi Masalah Tilang, Sang Ayah Tak Menyangka: Saya Kira Sakit Biasa

Ayah Zaenal, Sahab kaget lihat kondisi jenazah sang anak, awalnya mengira sakit biasa masuk rumah sakit.

ISTIMEWA
ilustrasi 

TRIBUNNEWS.COM - Diduga akibat emosi dan berkelahi, nyawa pria 29 tahun tak bisa diselamatkan.

Zaenal Abidin (29) warga asal Tunjang Selatan, Desa Paok Motong, Lombok Timur, tewas setelah berkelahi dengan anggota Satlantas di lapangan apel Satlantas Polres lombok Timur.

Menurut keterangan polisi, Zaenal lebih dulu menyerang petugas. Hal ini karena persoalan tilang.

Sang ayah, Sahabudin (60) mengatakan tahu anaknya masuk rumah sakit karena informasi dari polisi.

Saat itu Sahabudin mengira anaknya hanya sakit biasa saja.

“Awalnya, ibunya yang pergi dulu, saya akan pergi selesai shalat Jumat, karena saya mengira anak saya sakit biasa,” ungkap Sahabudin dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/9/2019).

Setelah salat Jumat, ia pun datang ke rumah sakit melihat kondisi buah hatinya.

Sahab menuturkah lebih baik melihat anaknya di penjara masuk penjara 10 tahun daripada seperti ini.

“Dalam hati saya menyebutkan, lebih baik saya lihat Zaenal masuk penjara 10 tahun, daripada dipukul dan mati,” tutur Sahab.

Sahab pun mengaku tak bisa membayangkan rupa anaknya saat dipukul.

"Tidak bisa saya bayangkan bagaimana rupa anak saya itu jika saat dipukul. Dipenjara saja 10 tahun tidak apa-apa," ungkap Sahab, sambil menghela napas panjang.

Sang ayah terkejut lihat kondisi Zaenal

Sementara itu ayah Zaenal Abidin, memgaku kaget melihat kondisi jenazah sang putra.

Pasalnya wajah, kepala, hingga kaki Zaenal Abidin dipenuhi dengan luka memar.

HALAMAN BERIKUTNYA..

Editor: tribunjakarta.com
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved