Zaenal Tewas Setelah Berkelahi dengan Polisi karena Tilang, Ini Pengakuan sang Ayah

Inilah duka ayah Zaenal, warga Lombok yang tewas setelah berkelahi dengan polisi karena masalah tilang.

Zaenal Tewas Setelah Berkelahi dengan Polisi karena Tilang, Ini Pengakuan sang Ayah
Instagram.com/ fakta.jakarta
ILUSTRASI - Zaenal Tewas Setelah Berkelahi dengan Polisi karena Tilang, Ini Pengakuan sang Ayah 

Inilah duka ayah Zaenal, warga Lombok yang tewas setelah berkelahi dengan polisi karena masalah tilang.

TRIBUNNEWS.COM - Inilah curahan hati Sahabudin, ayah Zaenal Abidin (29) setelah sang anak tewas karena berkelahi dengan polisi.

Diketahui, Zaenal tewas usai berkelahi dengan anggota Satlantas di lapangan apel Satlantas Polres Lombok Timur.

Polisi menyebut, warga asal Tunjang Selatan, Desa Paok Motong, Lombok Timur itu lebih dulu menyerang petugas karena persoalan tilang.

Ayah Zaenal, Sahabudin mengatakan, lebih baik anaknya dipenjara daripada dipukul hingga akhirnya tewas.

Zaenal menyebutkan, ia mengetahui anaknya masuk rumah sakit melalui informasi yang disampaikan pihak polisi.

“Awalnya, ibunya yang pergi dulu, saya akan pergi selesai salat Jumat, karena saya mengira anak saya sakit biasa,” ungkap Sahabudin, saat ditemui di rumahnya, Minggu (8/9/2019).

Baca: VIRAL Video Pengendara Keluarkan Jurus Silat Saat Ditilang, Ini yang Terjadi Selanjutnya

Baca: Zaenal Tewas Berkelahi dengan Polisi Karena Tilang, Ayahnya Kaget Lihat Kondisi Jasad Sang Putra

Zahabudin (60), orangtua Zaenal Abidin (29) saat ditemui di rumahnya di Dusun Tunjang Selatan, Minggu (8/9/2019).
Zahabudin (60), orangtua Zaenal Abidin (29) saat ditemui di rumahnya di Dusun Tunjang Selatan, Minggu (8/9/2019). (KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)

Alangkah terkejutnya Sahabudin saat melihat anaknya di rumah sakit dengan kondisi babak belur, dengan luka di bagian wajah, belakang leher dan bagian kaki.

“Dalam hati saya menyebutkan, lebih baik saya lihat Zaenal masuk penjara 10 tahun, daripada dipukul dan mati,” tutur Sahab.

Dirinya tidak sanggup membayangkan bagaimana rupa anaknya itu saat dipukuli.

Halaman
123
Editor: Sri Juliati
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved