Pelajar SMA yang Habisi Begal Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor

Kendati begitu ZA harus menjalani wajib lapor yang jadwalnya akan ditentukan dan tidak menganggu sekolahnya

Pelajar SMA yang Habisi Begal Tidak Ditahan, Hanya Wajib Lapor
istimewa
Satreskrim Polres Malang: Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung saat mengintrogasi tersangka ZA dan Ahmad (22) serta kakaknya Rozikin (25) pelaku begal, Selasa (10/9/2019) 

Laporan Wartawan Surya Erwin Wicaksono

TRIBUNNEWS.COM, MALANG -  Polres Malang dipastikan tidak menahan ZA warga Desa Putat Lor, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (11/9/2019).

Remaja berusia 17 tahun itu sempat ditangkap Polres Malang, Senin (10/9/2019) kemarin.

ia diduga sebagai sosok pembunuh pria yang jasadnya ditemukan di sebuah ladang tebu.

“Kami sudah putuskan kemarin untuk tidak ditahan. ZA statusnya masih pelajar," ucap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung ketika dikonfirmasi, Rabu (11/9/2019).

Pelaku tidak ditahan atas alasan pembelaan diri dalam melakukan perbuatannya.

Kendati begitu, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menyatakan ZA harus menjalani wajib lapor.

"Akan diatur jadwalnya. Wajib lapor iya. Jadwalnya kami atur supaya tidak mengganggu jadwal sekolah," ungkap Ujung.

Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung mengungkapkan, ZA kala itu mengaku terpaksa melakukan penikaman pada seorang pria pada Minggu (8/9/2019) malam.

Baca: 7 Fakta Pembunuhan Wanita Pemilik Cafe Penjara: Lampiaskan Nafsu Setelah Lucuti Harta Korban

Menurut ZA, dia melakukan pembelaan diri karena akan menjadi korban begal.

Halaman
123
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved