Media Sosial Jadi Pemicu Hampir 50 Persen Kasus Cerai di Karangasem

kasus perceraian yang disebabkan oleh ekonomi dan kekerasan sebagian besar terjadi di daerah pedesaan

Media Sosial Jadi Pemicu Hampir 50 Persen Kasus Cerai di Karangasem
Pixabay
ILUSTRASI PERCERAIAN 

Laporan Wartawan Tribun Bali  Saiful Rohim

TRIBUNNEWS.COM, BALI -  Hampir 50 persen kasus perceraian di Karangasem dipicu dari media sosial (Medsos), seperti Facebook (FB), Whatsapp (WA), dan Instagram.

Kasus tersebut paling banyak ditemukan di daerah perkotaan, di antaranya di Kecamatan Karangasem, Kubu, Abang, Manggis, dan Kecamatan Bebandem.

Gusti Bagus Usada, Devisi Hukum KPPA Bali mengatakan, menurut data dari Komisi Perlindungan Perempuan & Anak (KPPA) Bali per september 2019, kasus perceraian di Karangasem yang ditangani KPPA Bali dan teregister sebanyak 98 kasus. Sedangkan di 2018 kasus perceraian 157 kasus.

"Pemicunya hampir 50 persen karena media sosial, sisanya karena kekerasan dalam berumah tangga, ekonomi, serta ada aktor ketiga. Latar belakang bercerai bervariasi masalahnya dan aneh," kata Gusti Bagus Usada, Kamis (12/9/2019).

Baca: Sering Lakukan Kegiatan Sosial, Nikita Willy Mengaku Ogah Umbar Kebaikan di Sosial Media

Biasanya pengugat mengajukan cerai ke pengadilan karena ada orang ketiga.

Awalnya curhat di media sosial, lalu kenalan lalu menjalin hubungan lewat media sosial secara efektif.

Karena merasa cocok dengan orang baru akhirnya mereka memilih berpisah dengan pasangannya.

Fenomena ini banyak dijumpai di sekitar daerah perkotaan.

Sedangkan kasus perceraian yang disebabkan oleh ekonomi dan kekerasan sebagian besar terjadi di daerah pedesaan.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved