Kebakaran Landa 14,3 Hektar Lahan yang Ditumbuhi Tanaman Pinus di Lereng Gunung Slamet

Meski terjadi di areal hutan pinus, Sugito yakin api tak sampai mematikan pepohonan pinus yang ditanam sejak tahun 1997

Kebakaran Landa 14,3 Hektar Lahan yang Ditumbuhi Tanaman Pinus di Lereng Gunung Slamet
Tribunjateng.com/Permata Putra Sejati
Kondisi Kebakaran hutan lindung Gunung Slamet yang membakar hutan pinus dilihat dari Posko pendakian Dukuh Bambangan, Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, Purbalingga Jumat (13/9/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul muzaki
 
 
TRIBUNNEWS.COM, PURBALINGGA - Kabakaran hutan pinus di lereng Gunung Slamet, Dukuh Bambangan Desa Kutabawa Kecamatan Karangreja Purbalingga membuat Perhutani rugi.

Manajer Bisnis KPH Banyumas Timur Sugito mengatakan, kebakaran melanda 14,3 hektar lahan yang ditumbuhi tanaman pinus.

Total kerugian yang harus ditanggung Perhutani karena insiden ini mencapai sekitar Rp 107 juta, atau Rp 7,5 juta untuk masing-masing hektarnya.

"Kalau dampak langsung kerugian Rp 107 juta,"katanya

Meski terjadi di areal hutan pinus, Sugito yakin api tak sampai mematikan pepohonan pinus yang ditanam sejak tahun 1997.

Kobaran api disebutnya hanya menghabiskan semak-semak atau rerumputan kering di areal hutan.

Baca: Hutan Pinus di Lereng Gunung Slamet Terbakar, 500 Anggota Tim Gabungan Bikin Sekat Melokalisir Api

Dia mengatakan, pepohonan pinus yang memenuhi hutan itu belum berproduksi atau belum diambil getahnya karena masih belum cukup umur sehingga bisa bertahan dari kebokaran api.

Lain cerita jika pinus yang terbakar yang sudah berproduksi atau pohonnya sudah dilubangi untuk diambil getahnya.

Getah pinus yang mudah terbakar bisa memperparah kebakaran hingga pepohonan hangus atau mati. Karenanya, kerugian akibat kebakaran ini pun tidak signifikan.

Sugito menduga, pemicu kebakaran ini lebih disebabkan karena kelalaian masyarakat. Bukan karena kesengajaan untuk perluasan lahan pertanian.

"Untuk antisipasinya, terkait kultur masyarakat, kami akan sosialisasi agar menghindari aktivitas yang bisa memicu kebakaran, misal buang puntung rokok di semak-semak kering,"katanya

Artikel ini telah tayang di Tribunjateng.com dengan judul Purhutani Rugi Ratusan Juta akibat Kebakaran Hutan Lereng Gunung Slamet Purbalingga

Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved