Gelar Aksi Protes, Warga Asal Riau Minta Presiden Jadikan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional

Kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau tampaknya tak pernah ada habisnya. Hampir setiap tahun kasus kebakaran selalu terdengar gaungnya.

Gelar Aksi Protes, Warga Asal Riau Minta Presiden Jadikan Kabut Asap Sebagai Bencana Nasional
TRIBUN PEKANBARU/TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY
Tim gabungan berusaha memadamkan kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, tidak jauh dari gerbang masuk Camp Flying Squad WWF dan guest house Balai TNTN, Desa Lubuk Kembang Buga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Selasa (13/8/2019). Terdapat sekitar 40 hektare hutan dan lahan yang terbakar disana dan 40 hektare lagi di Desa Bukit Kusuma. Akibat kebakaran itu, sebanyak delapan ekor gajah jinak di camp tersebut terpaksa diungsikan karena menderita stres. TRIBUN PEKANBARU/THEO RIZKY 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus kebakaran hutan dan lahan di Riau tampaknya tak pernah ada habisnya.

Hampir setiap tahun kasus kebakaran Riau selalu terdengar gaungnya.

Tepat hari ini Minggu (15/9/2019), sejumlah warga menggelar aksi pakai masker sebagai bentuk protes.

Melansir dari Kompas Minggu (15/9/2019), di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat sejumlah warga dari Provinsi Riau menggelar aksi di car free day.

Mereka bahkan membantangkan sebuah spanduk bertuliskan 'Riau Dibakar, Bukan Terbakar'.

Massa yang tergabung dalam Persatuan Masayarakat Riau Jakarta (PMRJ) itu ramai-ramai turun ke jalan sebagai bentuk kepedulian atas musibah kabut asap tebal di Riau.

"Kami merasa prihatin sudah 2.000 orang lebih yang terkena ispa (infeksi saluran pernapasan akut) dan anak liburkan sekolah," ujra Rusli Efendi ketua PMRJ dikutip dari Kompas.

Halaman Selanjutnya

Penulis: Grid Network
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved