Balita Ikut Dianiaya Pejabat TPL di Perladangan Kawasan Simalungun, Polisi: Kami Kumpulkan Informasi

Mario yang masih berusia 3 tahun itu ikut menjadi korban keberingasan pegawai PT Toba Pulp Lestari (TPL) di perladangan mereka hingga tak berdaya

Balita Ikut Dianiaya Pejabat TPL di Perladangan Kawasan Simalungun, Polisi: Kami Kumpulkan Informasi
HO/Pengurus Lembaga Adat Lamtoras
Mario Ambarita (3 tahun), korban pemukulan, digendong ayahnya, saat berobat ke Puskesmas Sidamanik, Simalungun, Senin (16/9.2019) 

Laporan Wartawan Tribun Medan, Arjuna Bakkara

TRIBUN-MEDAN.COM, SIHAPORAS - Seorang balita bernama Mario Ambarita, warga Sihaporas Bolon Kecamatan Pamatang Sidamanik terkulai lemas di pangkuan ayahnya.

Mario yang masih berusia 3 tahun itu ikut menjadi korban kekerasan pegawai PT Toba Pulp Lestari (TPL) di perladangan mereka hingga tak berdaya, tepatnya di Buttu Pangaturan.

Baca: Pembunuhan 2 Balita Oleh Ibu Kandung di Kupang Dipicu Dendam Terhadap Suami, Ini Kronologinya

Penetua Lamtoras, Judin Ambarita menceritakan kejadian bermula saat Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras), semampu daya merebut kembali lahan mereka yang selama ini dirampas PT TPL.

Mereka mendatangi lokasi dan bercocok tanam jagung di areal yang baru panen kayu eukalyptus itu.

Melihat hal itu, pihak Humas dan sekuriti perusahaan PT TPL mendatangi warga.

Kehadiran pihak PT TPL pada pukul 11.30 WIB dikomando Humas Sektor Aek Nauli, Bahara Sibuea.

Tiba di lokasi, Bahara langsung melarang warga yang menanam jagung.

Bahara Sibuea kemudian bertindak kasar, merampas alat kerja berupa cangkul.

Setelah perampasan alat kerja, berlanjut juga melakukan pemukulan terhadap warga, dan mengenai Mario Ambarita, ayahnya, dan beberapa masyarakat adat Lamtoras Sihaporas.

Halaman
123
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved