600 Buruh Migran Perkebunan Sawit asal NTT di Kutai Kaltim Di-PHK

600 buruh perkebunan sawit berangkat malam ini dari lokasi penampungan di Karangan ke ibukota Kutai Timur.

600 Buruh Migran Perkebunan Sawit asal NTT di Kutai Kaltim Di-PHK
Foto Silvester Nong Manis untuk POS-KUPANG.COM
Ratusan pekerja migran asal Propinsi NTT di penampungan Aula Kantor Camat Karangan, Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur 

Laporan Reporter Pos Kupang Eginius Mo'a

TRIBUNNEWS.COM, MAUMERE - Sekitar 600-an orang buruh migran yang bekerja di perkebunan kelapa sawit PT Wahana Tritunggal Cemerang (WTC) dan PT Inovasi di Kabupaten Kutai Timur, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menerima Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) tanpa pesangon.

Pengacara LBH Veritas, Silvester Nong Manis, SH mengatakan, respon Dinas Nakertrans Kaltim dan Kabupaten Kutai Timur cukup baik.

"Hasil pertemuan Tripartit, karyawan yang dikeluarkan dipekerjakan. Hak karyawan dipenuhi dan perusahaan menjanjikan," kata kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (18/9/2019) siang.

Tetapi prakteknya ketika karyawan hendak kembali kerja, perusahaan membuat berbagai syarat yang menyulitkan karyawan.

Karyawan harus registrasi ulang menjadi karyawan yang berarti menjadi karyawan baru lagi.

Padahal mereka sudah kerja belasan tahun.

Baca: BREAKING NEWS: Keluarga Korban Penikaman di Alak Demo di Polres Kupang Kota untuk Tuntut Keadilan

"Syarat ini dibuat-buat menyebabkan mereka enggan kembali kerja. Ada 600 orang di PHK tanpa pesangon. Kami ambil langkah hukum lakukan gugatan ke Pengadilan Industrial Pancasila," tegas Silvester yang datang lokasi penampungan pekerja di Kecamatan Karangan.

Silvester mengatakan, 600 buruh perkebunan sawit berangkat malam ini dari lokasi penampungan di Karangan ke ibukota Kutai Timur.

Dijadwalkan besok, mereka melakukan dialog dengan bupati yang hari ini kembali dari luar negeri.

Halaman
12
Editor: Eko Sutriyanto
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved