Hari Ini! Gus Miftah dan Hendi Ngaji Bareng di Lapangan Leboh Raya

Pemerintah Kota Semarang bersiap untuk melangsungkan kegiatan Semarang Syair & Syiar untuk pertama kalinya, Selasa (24/9).

Hari Ini! Gus Miftah dan Hendi Ngaji Bareng di Lapangan Leboh Raya
dok. Pemkot Semarang

Pemerintah Kota Semarang bersiap untuk melangsungkan kegiatan Semarang Syair & Syiar untuk pertama kalinya, Selasa (24/9). Gelaran yang
memadukan antara pertunjukan seni dan religi tersebut akan menghadirkan Gus Miftah, Kiai nyentrik bertarif 3 M asal Sleman, Yogyakarta.

Namun bukan tarif sebesar 3 Milyar yang dimaksud, adalah Gus Miftah sendiri yang kerap kali menyebutkan bahwa dirinya mematok tarif 3M, yaitu 'Maturnuwun Mas Miftah'.

Diselenggarakan di Lapangan Sepak Bola Leboh Raya, Pedurungan Kidul atau yang biasa juga disebut Lapangan Zebra, rangkaian acara akan dimulai sejak pukul 19.00.

Nasyid El Azizi akan membuka kegiatan sebagai penampil pertama, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Gus
Miftah sendiri akan naik ke atas panggung untuk melakukan tausyiah dan memimpin Sholawat. Dan sebagai puncak acara akan dilakukan pembacaan doa yang ditutup dengan menyanyikan bersama lagu kebangsaan Republik Indonesia.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi pun dijadwalkan hadir langsung mengikuti seluruh rangkaian acara..

Hendrar Prihadi menuturkan bahwa Pemerintah Kota Semarang sengaja menghadirkan Gus Miftah, karena dinilai memiliki gaya kekinian dalam
berdakwah, sehingga harapannya yang disampaikan dapat lebih mudah diterima oleh masyarakat, apalagi dipadukan dengan kesenian.

“Pemerintah Kota Semarang terus berusaha untuk bisa melakukan inovasi, termasuk dalam menginisiasi kegiatan yang mampu menarik perhatian
masyarakat luas. Salah satu daya tarik Kota Semarang adalah wisata religi, maka hari ini kita coba buat kegiatan yang mendukung itu," jelas Wali Kota Semarang yang juga akrab disapa Hendi tersebut.

Di sisi lain pemilihan Lapangan Leboh Raya di Pedurungan Kidul sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan disebutkan sebagai upaya memecah
keramaian di pusat Kota Semarang. "Acara besar tidak harus di pusat kota, Semarang ini kan luas, semangat pemerataan bukan hanya sebatas
pada pembangunan fisik saja, tapi juga merangsang aktifitas di semua wilayah," ungkap Hendi.

"Dan kita carikan konten acara yang sesuai karakteristik wilayah masing - masing, misalnya di Pedurungan dan sekitarnya ini banyak Pondok Pesantren, maka kita coba selenggarankegiatan ini," tambahnya.

“Beliau juga masih menjaga nilai budaya daerah dengan selalu mengenakan blangkon, dan Bahasa Jawa di dalam ceramahnya. Semoga
dengan kehadiran Gus Miftah bisa menarik jamaah dari berbagai kalangan untuk ikut bersholawat dan mengikuti Semarang Syair dan Syiar. Dengan makin banyak yang berdoa dan bersholawat, mudah-mudahan Kota Semarang semakin diberkahi oleh Allah SWT” harap Hendi.

Lapangan Leboh, Pedurungan sebagai tempat penyelenggaraan karena kita ingin acara seperti ini diadakan lebih dekat dengan masyarakat, apalagi di wilayah Kecamatan Pedurungan banyak pondok pesantren

Untuk itu Hendi tidak lupa mengajak seluruh masyarakat, baik yang di Kota Semarang mapun dari luar Kota Seamrang untuk hadir mememeriahkan gelaran Semarang Syair dan Syiar. “Mumpung Gus Miftah pas waktunya bisa menyempatkan diri, dari Umroh langsung ke Semarang, monggo bisa datang ke Lapangan Sepak Bola Leboh di Pedurungan. Insya Allah bisa mendapat banyak manfaat dan makin mendekatkan diri kita dengan Allah SWT,” pungkas Hendi.

Adapun bagi masyarakat yang ingin menyaksikan Semarang Syair dan Syiar, Pemerintah Kota Semarang telah menyediakan kantong parkir yaitu
di wilayah RW 1, RW 2, RW 3, Jalan Sapta Prasetya Raya, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kecamatan Pedurungan.(*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved