Penangkapan Terduga Teroris

Penyakit Jantung Nurjanah Kumat Setelah Anaknya Ditangkap Densus 88

Ia sering jatuh pingsan di rumahnya di Kampung Sirnasari RT 06/06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.

Penyakit Jantung Nurjanah Kumat Setelah Anaknya Ditangkap Densus 88
Tribunjabar.id/Ferri Amiril Mukminin
Rosid dan Nurjanah orangtua Asep terduga teroris yang ditangkap. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Ferri Amiril

TRIBUNNEWS.COM, CIANJUR - Penyakit jantung Nurjanah (43), ibu dari terduga teroris AR (21) asal Cianjur yang ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror di Bekasi, kumat karena kepikiran sang anak.

Ia sering jatuh pingsan di rumahnya di Kampung Sirnasari RT 06/06, Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Kabupaten Cianjur.

Ia kini mengetahui bahwa anaknya AR (21) beserta istrinya ST (19) diringkus Desnus 88, di Perumahan Alamanda Regency, Blok N, Jl. Nirwana II, Kelurahan Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara Bekasi pada Minggu (23/9/2019) sekira pukul 07.05 WIB.

Pasutri yang baru menikah satu bulan itu diamankan karena diduga terlibat dalam kepemilikan bahan peledak H202 dan serbuk TATP.

Baca: Situs KPAI Di-Hack, Keluarga Siswa SMK Korban Kekerasan Aparat Mengadu Via Whatsapp

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 26 September 2019: Aries Terima Dana Tambahan, Pisces Jangan Manja

Baca: Profil Rizal Djalil, Anggota BPK RI yang Ditetapkan Tersangka KPK Kemarin

Baca: Viral Hari Ini, Pengakuan Istri Selingkuh Dengan Saudara Kembar Suami,Hamil Tak Tahu Anak Siapa

Setelah mengetahui kejadian itu Nurjanah sering sakit-sakitan.

Ia seakan tak percaya jika anak laki-laki satu-satunya itu merupakan bagian dari kelompok teroris.

"Tangtos janten emutan pak, tapi da atuh kedah kumaha deui tos nasibna kitu panginten. (Tentu jadi pikiran pak, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah takdir)," kata Nurnjanah.

Nurjanah yang mempunyai riwayat penyakit jantung ini, setelah mengetahui kabar anaknya ditangkap oleh Densus 88 Anti Teror kondisinya makin melemah.

Terlebih saat ini ia ingin menjenguk anaknya di tahanan namun tak mempunyai biaya untuk pergi menemui AR.

Rumah panggung keluarga Rosid di Cianjur yang anaknya diamankan Densus 88 karena menjadi terduga teroris di Bekasi, Selasa (24/9/2019).
Rumah panggung keluarga Rosid di Cianjur yang anaknya diamankan Densus 88 karena menjadi terduga teroris di Bekasi, Selasa (24/9/2019). (Ferri Amiril Mukminin/Tribun Jabar)

"Duh bujeng-bujeng midamel padamelan anu sadidinten, awak oge asa ngadaregdeg wae. Bade kumaha-kumaha oge, tetep da indung mah nyaah ka anak, hate mah ieu teh tos aya diditu caket sareng anjeuna, (Tidak menjalankan aktivitas sehari-hari, badan terasa bergetar terus, yang namanya tentu punya rasa sayang pada anaknya, hati ini terasa sudah dekat dengan Asep Roni)," ujar Nurjanah.

Kepala Satuan Keamanan Dan Ketertiban Desa Cisujen, Kecamatan Takokak, Zaelani, mengatakan bahwa setiap hari dirinya beserta ketua RT 06/06, Kampung Sirnasari, setiap hari selalu mengunjungi rumah Nurjanah.

Hal itu dilakukan mengingat kondisi Nurjanah sangat lemah dan mempunyai riwayat sakit jantung.

"Setiap hari Nurjanah selalu pingsan, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, makanya saya sama pak RT mondar-mandir ke rumah Nurjanah,"katanya. (Ferri Amiril Mukminin)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Anak Jadi Terduga Teroris, Penyakit Jantung Nurjanah Sering Kumat Gara-gara Kepikiran Sang Anak

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved