Pembangunan Jalan Tol Pertama di Ibu Kota Baru Rampung Bulan Depan

Endra S Atmawidjaja mengatakan, proyek yang masih tahap penyelesaian tersebut merupakan jalan tol pertama di Kalimantan.

Editor: Sanusi
Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung
Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda di kawasan Batakan, Kota Balikpapan, terlihat dari udara saat Menhub Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan lokasi calon Ibu Kota Negara yang baru dari atas Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sekaligus diskusi di Balikpapan Coal Terminal (BCT), Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019). Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan tol pertama di ibu kota baru, yakni ruas Balikpapan-Samarinda rampung bulan depan.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR Endra S Atmawidjaja mengatakan, proyek yang masih tahap penyelesaian tersebut merupakan jalan tol pertama di Kalimantan.

Baca: Fahri Hamzah Beberes di DPR, Yunarto Wijaya Akui Bakal Kangen: Dia Memberikan Warna Tersendiri

Baca: Viral Mahasiswa Tulis Nomor Ponsel di Kertas Demo, Dapat Banyak Chat yang Tidak Ia Duga

"Tol ini akan mendukung konektivitas untuk pembangunan ibu kota baru yakni melintasi Kecamatan Samboja, Kutai Kartanegara," ujarnya melalui keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (28/9/2019).

Sementara, ia menyampaikan, progres pekerjaan tol sepanjang 99,34 kilometer ini hingga awal September sudah mencapai 97 persen.

Jalan tol yang memiliki nilai investasi sebesar Rp 9,9 triliun ini diharapkan dapat menjadi sarana dasar pengembangan ibu kota baru.

"Dibangunnya jalan tol akan menciptakan kawasan perekonomian baru di pulau Kalimantan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut," kata Endra.

Endra menambahkan, selain pembangunan tol Balikpapan-Samarinda, Kementerian PUPR juga menggarap pembangunan Jembatan Pulau Balang II.

"Jembatan ini menghubungkan antara pulau Balang yang ada di Penajam Paser Utara dengan sebagian wilayah Balikpapan," tuturnya.

Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda terlihat dari udara saat Menhub Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan lokasi calon Ibu Kota Negara yang baru dari atas Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sekaligus diskusi di Balikpapan Coal Terminal (BCT), Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019). Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung
Proyek jalan tol Balikpapan-Samarinda terlihat dari udara saat Menhub Budi Karya Sumadi melakukan peninjauan lokasi calon Ibu Kota Negara yang baru dari atas Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara, sekaligus diskusi di Balikpapan Coal Terminal (BCT), Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2019). Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung (Tribunnews/HO/BKIP Kemenhub/Christanto Agung)

Mabes TNI

Panitia Khusus Pemindahan ibu kota kembali menggelar rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (26/9/2019).

Setelah menggelar rapat dengan Pemprov Jakarta, Bappenas, Kementerian Badan Pertanahan Nasional (BPN) pada Rabu kemarin, kini Pansus rapat bersama jajaran TNI,Polri, Kementerian PAN/RB, Kementerian Hukum dan HAM, serta Kementerian pertahanan.

Dalam rapat tersebut TNI berencana memindahkan markas besar (Mabes) nya ke Kalimantan Timur.

Adapun lokasinya yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara.

"Instansi militer termasuk rencana pemindahan Mabes TNI beserta jajarannya berada di wilayah kutai Kartanegara. Rencanannya kita 117 KM dari wilayah ibu kota nantinya," kata Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Letjen Joni Supriyanto.

Baca: Jokowi Petimbangkan Terbitkan Perppu KPK Setelah Dapat Masukan Dari Banyak Tokoh

Halaman
123
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved