Rusuh di Papua

Sekjen MUI Sesalkan Kerusuhan di Wamena yang Menelan Puluhan Korban Jiwa

Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyesalkan kerusuhan di Wamena, Papua, yang menelan korban jiwa

Sekjen MUI Sesalkan Kerusuhan di Wamena yang Menelan Puluhan Korban Jiwa
HO
Kerusuhan di Wamena Papua 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas menyesalkan kerusuhan di Wamena, Papua, yang menelan korban jiwa.

Ia menyebut, kejadian tersebut merupakan tindakan brutal dan anarkis.

"MUI sangat menyesalkan terjadinya peristiwa kerusuhan di Wamena Papua yang telah menyebabkan terbakarnya gedung-gedung kendaraan milik pemerintah dan milik masyarakat," ujar Anwar dalam keterangannya, Minggu (29/9/2019).

MUI pun menyoroti kerusuhan yang telah menyebabkan 33 orang kehilangan nyawa dan ribuan orang mengungsi.

"Itu tindakan brutal dan anarkis yang telah menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa yang tidak berdosa terutama dari kalangan para pendatang," lanjut dia.

Atas kejadian tersebut, MUI mengimbau pemerintah untuk tegas dan serius lagi menangani masalah yang terjadi di Papua.

"Agar rakyat dan masyarakat bisa hidup tenang kembali dan bisa melakukan aktivitas, karena kalau tidak maka pemerintah akan dinilai gagal melindungi rakyat dan tumpah darah Indonesia," harap Anwar.

Sebelumnya, kerusuhan di Wamena Pecah saat aksi unjuk rasa siswa yang berujung rusuh Senin 23 September lalu.

Kontributor Kompas.com di Wamena, John Roy Purba melaporkan, demonstran bersikap anarkistis hingga membakar rumah warga, kantor pemerintah, PLN dan beberapa kios masyarakat.

Unjuk rasa berujung rusuh itu diduga dipicu oleh perkataan bernada rasial seorang guru terhadap siswanya di Wamena.

Hal itu membuat siswa marah hingga kemudian kabar itu meluas dan memicu aksi unjuk rasa pelajar di Kota Wamena.

Baca: Pernyataan Sikap ACT terhadap Peristiwa Kemanusiaan di Wamena #SayaPeduliWamena

Baca: Polda Papua Pastikan Wamena Kondusif, Masyarakat Diimbau Tak Mudah Percaya Kabar Hoax

Penulis: Rina Ayu Panca Rini
Editor: Sanusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved