Kisah Perjuangan Demetrio, Anak Ojol di Palembang Raih Perak di Kejuaraan Matematika di Singapura

Dari sisi penampilan, sudah terlihat Demetrio Franklyn Edryan ini anak pintar.

Kisah Perjuangan Demetrio, Anak Ojol di Palembang Raih Perak di Kejuaraan Matematika di Singapura
tribunsumsel.com
Demetrio Franklyn Edryan dan Kepala SMPK Frater Xaverius 1 Palembang Fr M Faustianus Banusu BHK MPd 

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG -- Dari sisi penampilan, sudah terlihat Demetrio Franklyn Edryan ini anak pintar. Berkacamata dan nyambung saat dibincangi Tribun, salah satu ciri smartnya.

Demetrio tidak hanya membuat bangga kedua orangtuanya yakni Suryani dan Edison dan sekolahnya SMPK Frater Xaverius 1 Palembang.

Cowok yang lahir di Palembang ini juga berhasil membuat bangga Palembang dan Sumatera Selatan di ajang International Mathematic Open for Young Achievers (IMOYA) 2019 di Singapura pada 13-16 September lalu.

Berjuang hingga meraih juara 2 atau medali perak tingkat SMP Kelas VII-VIII di ajang IMOYA 2019 Singapura, diakui buah dari perjuangannya selama ini.

"Saya percaya juara karena saya bisa saat mengerjakan soal. Walaupun sempet gugup tapi saya yakin saya bisa jadi juara, dan bersyukur bisa bersaing dengan pelajar-pelajar hebat di Asia," ujarnya saat ditemui di ruangan kepala SMPK Frater Xaverius 1 Palembang, Senin (30/9/2019).

Anak pertama dari 2 bersaudara ini menjelaskan saat mengikuti ajang matematika internasional terbuka untuk anak muda ini dia harus mengerjakan 3 bagian soal yang disediakan oleh juri. Saat lomba pun dia merasakan kesulitan walau akhirnya bisa dia atasi dengan tenang.

"Bagian sulit itu pasti ada apalagi soal pakai bahasa Inggris, dan ada di bagian soal penyelesaian masalah itu lumayan sulit, di bagian uraian jawabannya panjang mikirnya harus ekstra. Tapi semua bisa teratasi karena latihan yang tekun," ujar siswa kelas VIII H SMPK Frater Xaverius 1 Palembang ini.

"Oh ya, sebelum ke Singapura saya bersama 60 orang dari Indonesia di karantina di Jakarta pada 9-12 September lalu," katanya.

Saat ke Jakarta pun dirinya harus pergi sendirian dan dijemput oleh panitia IMOYA Indonesia di bandara.

"Saat itu saya naik pesawat dari Palembang ke Jakarta sendirian, terus dijemput sama panitia di Jakarta di bandara. Saat di Jakarta di karantina, adaptasi dengan orang-orang baru dari seluruh Indonesia," kata cowok yang bercita-cita jadi guru dan pengusaha ini.

Setelah berhasil meraih juara kedua di ajang IMOYA Singapura 2019 dia bertekad akan menjadi yang lebih baik lagi dan ingin membanggakan orangtuanya.

"Papa udah setahun jadi ojek online, mama ibu rumah tangga. Saya bersyukur mama papa saya mendukung penuh hobi dan bakat saya di bidang matematika ini," ujarnya.

"Dan nanti bakal ada ajang Thailand International Mathematic Olympiad (TIMO) yang akan buka seleksi 4 Oktober mendatang, saat ini persiapan sudah dimulai. Dan berusaha terus untuk mengatur waktu belajar di kelas agar tidak ketinggalan serta les bahasa Inggris juga," katanya.

Kepala SMPK Frater Xaverius 1 Palembang Fr M Faustianus Banusu BHK MPd mengatakan Demetrio ini memang anak yang pintar dan berbakat di bidang Matematika. "Dia sekolah di sini full beasiswa 3 tahun karena dia berhasil ikut dan jadi juara di beberapa olimpiade," ujarnya. (elm)

Artikel ini telah tayang di Tribunsumsel.com dengan judul Kisah Demetrio, Anak Ojol Sabet Perak di Kejuaraan Matematika di Singapura, https://sumsel.tribunnews.com/2019/10/02/kisah-demetrio-anak-ojol-sabet-perak-di-kejuaraan-matematika-di-singapura.

Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved