Kawanan Dukun Pengganda Uang Digulung Polisi Bersama Upal Rp 304 Juta dan 8 Batang Emas Palsu

Praktik perdukunan penggandaan uang dengan uang palsu ini akhirnya terendus polisi dan berhasil digerebek pada Kamis (3/10/2019) petang.

Kawanan Dukun Pengganda Uang Digulung Polisi Bersama Upal Rp 304 Juta dan 8 Batang Emas Palsu
Hanif Manshuri/Surya
Enam anggota komplotan dukun pengganda uang palsu dan batangan emas palsu di Lamongan 

TRIBUNNEWS.COM, LAMONGAN - Bermula dari kecurigaan warga yang melihat banyaknya orang keluar masuk di salah satu rumah di Desa Girik, Kecamatan Ngimbang, Kabupaten Lamongan, Tim Jaka Tingkir Resmob Polres Lamongan berhasil membongkar peredaran uang dan emas palsu.

Sebanyak Rp 304 juta uang palsu pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu, 8 batang emas palsu berhasil diamankan di rumah Awinoto.

Sementara 6 tersangka yang terlibat dalam penipuan dengan modus penggandaan uang ini juga berhasil diamankan.

Keenam orang tersangka ini mempunyai peran masing-masing, di antaranya sebagai penyedia uang palsu, mencari calon korban dan sebagai paranormal alias dukun.

Untuk menjalankan praktik 'perdukunannya', para pelaku ini mengontrak rumah Awinoto.

Sudah sekitar dua bulan para tersangka itu menjalankan praktik penipuan sebagai dukun yang mampu menggandakan uang.

Baca: Pamer Uang Miliaran, Barbie Kumalasari Bongkar Sumber Penghasilannya, Uya Kuya : Gak Nyangka !

Baca: Hotman Paris Bangga Sukses dari Keluarga Juragan Angkot hingga Sering ke Eropa, Sindir Farhat Abbas?

Baca: Perampok Ini Pernah Minta Tolong ke Korban Daftarkan Sekolah Anaknya

Modusnya, uang asli ditukar dengan uang palsu, setelah para korban mengikuti petunjuk ritual yang diberikan para pelaku yang dilaksanakan dalam kamar di rumah kontrakan komplotan tersebut.

Tersangka Heri Susanto (58) asal Dusun Gudangwaringin, Desa Dumber Ketengah, Kecamatan Kalisat, Jember, berperan sebagai paranormal.

Sinto (39) warga Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Jombang, sebagai pemilik uang palsu.

Pada praktiknya, komplotan ini menunjuk Supari (45) warga Wonorejo, Desa Sidorejo, Kecamatan, Ngoro, Jombang, bertugas mencari mangsa atau calon korban.

Halaman
12
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved