Rusuh di Papua

Belum Dapat Lupakan 'Teror' saat Kerusuhan, Masih Ada Guru yang Enggan Kembali Mengajar ke Wamena

Sejumlah guru asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang mengungsi ke Jayapura, mengaku masih enggan kembali.

Belum Dapat Lupakan 'Teror' saat Kerusuhan, Masih Ada Guru yang Enggan Kembali Mengajar ke Wamena
HANDOUT
Pembersihan puing kerusuhan di Pasar Wouma, Wamena, oleh personel TNI dari Kodim 1702/Jayawijaya bersama polisi dan masyarakat, Jumat (4/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah guru asal Wamena, Kabupaten Jayawijaya yang mengungsi ke Jayapura, mengaku masih enggan kembali.

Dikutip TribunPapua.com dari laman resmi Pemprov Papua, Selasa (8/10/2019), mereka enggan kembali karena trauma dengan peristiwa kerusuhan yang memakan korban jiwa sebanyak 33 orang serta ratusan rumah, ruko maupun gedung pemerintahan, hangus terbakar.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Elias Wonda, sejumlah guru memilih bertahan di Jayapura, khususnya di tempat pengungsian karena merasa belum dapat melupakan, 'teror' yang dihadapi pada saat itu.

Hal ini sebagaimana disampaikan Elias Wonda di Jayapura, Senin (7/10/2019) pagi.

Elias mengaku dijumpai sejumlah guru pengungsian dari Wamena, di ruang kerjanya, pekan lalu.

"Minggu lalu ada beberapa perwakilan guru SMA/SMK dari Wamena yang mengungsi ke Jayapura, ketemu saya dan mengaku masih trauma, sehingga belum bisa kembali ke tempat tugasnya," kata Elias mengisahkan.

HALAMAN SELENGKAPNYA >>>

Penulis: Sigit Ariyanto
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved