Drama Penculikan Anak di Tasikmalaya yang Berhasil Digagalkan dan Bukti 'Kekuatan' Media Sosial

Tanpa dikomando, netizen termasuk komunitas ojek online ikut mencari keberadaan Zaira

Drama Penculikan Anak di Tasikmalaya yang Berhasil Digagalkan dan Bukti 'Kekuatan' Media Sosial
wisegeek.com
Ilustrasi penculikan 

Dia menuturkan, pelaku kemudian berlari sambil menggendong korban.

Namun teriakannya direspon warga sekitar, dan pelaku nyaris jadi bulan-bulanan massa.

"Diamankan ke rumah pak RT, lalu dibawa polisi," lanjut Sinta.

Penjelasan Polisi

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto, didampingi Kasatreskrim, AKP Dadang Sudiantoro, mengatakan, Zaira bisa ditemukan kembali berkat informasi tentang hilangnya korban viral di media sosial.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada segenap warga yang ikut membantu pencarian hingga ditemukannya kembali Zaira," ujarnya, di Mapolresta.

Disebutkannya, jajaran Satreskrim saat ini masih memeriksa intensif AI (30), warga Jalan Bojong Kaum, Kecamatan Cipedes, yang telah membawa korban.

Hingga saat ini belum diketahui motif AI membawa korban.

"Kami masih melakukan pemeriksaan intensif apa motif AI ini membawa korban. Namun yang jelas saat ditemukan korban dalam kondisi sehat serta tidak ada tanda-tanda bekas tindak kekerasan di tubuhnya," kata Anom.

 Terobsesi Ikut Kontes Kecantikan, Meldi Rela Lakukan Diet Ketat: Target Turunkan Berat Badan 15 Kg

 Prediksi Timnas UAE Vs Indonesia: Ali Khasif Targetkan Menang, Wawan Hendrawan Berikan yang Terbaik

 Makna Indah di Balik Nama Mendiang Bayi Kembar Irish Bella dan Ammar Zoni: Kami Berusaha Ikhlas

 Tim Kesehatan Kodam Jaya Chek Kesehatan Personel Satgas TMMD 106

"Alhamdulillah sebelum 24 jam kami berhasil menggagalkan upaya penculikan. Saat ini pelaku masih kami periksa. Motif masih kami dalami," jelas Anom.

Zaira sendiri didampingi Heti dan ayah kandungnya, Dede Disman (40), datang ke Mapolresta untuk dimintai keterangan.

Heti dan Zaira sempat dijamu Kapolres di ruang kerjanya. Bahkan istri Kapolres ikut hadir dan menghibur Zaira.

Sementara Heti masih tampak trauma atas kejadian tersebut. Ia tak banyak bicara saat ditanya wartawan.

"Saya masih syok. Saya enggak percaya dan enggak menyangka Zaira sampai mengalami nasib seperti ini," ujarnya dengan muka tampak masih pucat.

Kapolres menambahkan, walau masih dalam pemeriksaan dan belum ditetapkan sebagai tersangka, tapi perbuatan AI bisa dijerat KUHP pasal penculikan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Penulis: Ferdinand Waskita

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul: Drama Penculikan Bocah TK di Tasikmalaya: Dibawa Pedagang Naik Angkot Hingga Bukti kekuatan Medsos

Penulis: Ferdinand Waskita
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved