Kasus Polisi Tembak Istri Ditutup karena Pelaku Meninggal

Kasus penembakan oleh Aiptu P terhadap istrinya, F dinyatakan gugur atau ditutup oleh kepolisian.

Kasus Polisi Tembak Istri Ditutup karena Pelaku Meninggal
TRIBUN MEDAN/FACEBOOK
Kemesraan mendiang Aiptu Pariadi dan Fitri, istrinya. 

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN - Kasus penembakan oleh Aiptu P terhadap istrinya, F dinyatakan gugur atau ditutup oleh kepolisian.

Pasalnya, pelaku dan korban sama-sama meninggal dunia.

"Korban dan pelaku sudah sama-sama meninggal. Dengan begitu, kasus ini sudah gugur secara hukum," ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada wartawan, Rabu (9/10/2019).

MP Nainggolan mengakui, pihak kepolisian sejauh ini belum mendapatkan motif penembakan yang dilakukan oleh Aiptu P terhadap istrinya, lalu memutuskan bunuh diri.

Namun, sebagaimana yang diketahui, sebelum peristiwa terjadi keduanya sempat terlibat cekcok.

Sebelumnya, Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, sosok Aiptu P merupakan sosok seorang polisi yang tidak pernah punya masalah meski orangnya tertutup.

Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksaan, yang dilakukan, Aiptu P juga sedang tidak dalam pengaruh narkoba.

"Kemarin sudah diperiksa, yang bersangkutan tidak ada pengaruh dari narkoba atau minuman keras. Kapolresnya bilang ke saya kalau Aiptu P ini kerjanya baik," ujar Agus.

Berdasarkan penuturan kapolres, Aiptu P juga tidak pernah mangkir dalam tugas.

Sedangkan mengenai izin senjata api miliknya, Kapolda menyatakan bahwa senjata api masih berlaku.

Halaman
1234
Editor: Sanusi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved