Cerita Bhabinkamtibmas Polres Sleman Buat Alat Kebugaran Sendiri untuk Masyarakat

Ifanudin bercerita alat fitness itu dibuatnya atau diolah dari besi rongsokan yang sudah tak terpakai

Cerita Bhabinkamtibmas Polres Sleman Buat Alat Kebugaran Sendiri untuk Masyarakat
Tribunnews.com/Vincentius Jyestha
Bhabinkamtibmas Polres Sleman Aiptu Ifanudin 


Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN - Bhabinkamtibmas Polres Sleman Aiptu Ifanudin menyediakan fasilitas unik bagi masyarakat di kawasan dirinya bertugas.
Ia membuat tempat kebugaran atau fitness yang diisi oleh alat-alat fitness buatan dirinya sendiri.

Baca: Ini Alasan Terduga Mengapa Wiranto yang Jadi Korban Penusukan, Sudah Terpilih dan Terencana



Ifanudin bercerita alat fitness itu dibuatnya atau diolah dari besi rongsokan yang sudah tak terpakai.
Pembangunan tempat fitnes yang dibuatnya itu disebutnya adalah bagian tanggung jawab kepolisian dalam memberikan fasilitas kepada warga.

Ia menilai masyarakat sangat antusias dan terbuka dengan tempat fitnes ini lantaran murahnya tarif yang diberlakukan.
Mereka hanya perlu membayar Rp 2.000 untuk sepuasnya berlatih fitnes dalam sekali datang.

"Karena alatnya membuat sendiri banyak masyarakat yang ingin Fitnes. Kenapa? Hanya dengan Rp 2.000 bisa berlatih fitnes bersama-sama, minuman gratis, kemudian fitnes sampai betul-betul maksimal, kami tidak membatasi waktu," ujar Ifanudin, di Polres Sleman, Jl Magelang, Sleman, Jumat (11/10/2019).

Untuk biaya pembuatan alat fitnes itu sendiri, ia mengaku hanya menyisihkan sedikit uang dari tiap gajinya, yakni sekira Rp 200 ribu.

Menurutnya, dirinya tak merasakan uangnya berkurang lantaran pembangunan dilakukan cukup lama sekira empat tahun lamanya.

Baca: Penangkapan Terduga Teroris di Cicendo, Ini Perannya dalam Kegiatan ISIS



"Saya hanya menyisakan sekira Rp 200.000 dari gaji, kami belikan rongsok dapat 10 kilo itu, kalau besi bekas itu udah panjang-panjang bisa untuk satu alat," kata dia.

"Kami membuat alat selama 4 tahun, mungkin kalau beli bisa sampai Rp 100-2p0 juta, tapi kami kalau ditotal cukup dengan Rp 20 juta sudah dapat. Dan itu nggak terasa, kenapa? Karena membuatnya sampai 4 tahun," tandasnya.
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved