Gempa Tektonik M 5,2 Guncang Kota Ambon Kembali Telan Korban

Kerusakan signifikan terjadi di beberapa titik karena guncangan dari pusat gempa dangkal dan di darat. BMKG mengidentifikasi lokasi

Gempa Tektonik M 5,2 Guncang Kota Ambon Kembali Telan Korban
istimewa
Kerusakan akibat gempa bumi di Ambon, Kamis (10/10/2109) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gempa dengan M 5,2 mengguncang Kota Ambon pada Kamis (10/10/2019), pukul 11.39 WIB. BMKG melaporkan pusat gempa berada pada jarak 16 km arah timur laut Kota Ambon dengan kedalaman 10 km.

Agus Wibowo, Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB dalam keterangannya menjelaskan, Pusat Pengendali Operasi BPBD Provinsi Maluku melaporkan beberapa kerusakan akibat gempat tersebut. Kerusakan rumah menjadi rusak berat setelah sebelumnya diguncang pada gempa 26 September 2019 lalu.

Sebuah sekolah teridentifikasi rusak berat di wilayah Perumnas, Kota Ambon. Di samping itu kerusakan juga terdapat di gedung musik Passo, Kecamatan Teluk Ambon, gedung IGD RKSD Nania dan sebuah pertokoan.

Baca: Saat Irish Bella Terisak, Ammar Zoni Ucapkan La Tahzan, Jangan Bersedih

Baca: Cerita Mengenai Wanita Pelaku Penyerangan Wiranto, Lulusan SD Tapi Hobi Baca Buku, Terpapar ISIS

Baca: Mengapa Menkopolhukam Wiranto yang Jadi Sasaran Penusukan Abu Rara? Ada Anggapan Public Enemy

Baca: Pemeran Wanita Video Panas Vina Garut Pertama Kali Muncul di Depan Publik, Begini Penampilannya

Kerusakan signifikan terjadi di beberapa titik karena guncangan dari pusat gempa dangkal dan di darat. BMKG mengidentifikasi lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas sesar lokal.

Di samping itu, BMKG juga merilis bahwa hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi di wilayah Ambon ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan sesar mendatar (strike slip fault).

Sedangkan korban, satu orang meninggal dunia di wilayah Passo dan 2 orang luka-luka. Korban meninggal atas nama Vincent Ananto (15) dan korban luka-luka yaitu Vido Maitimu (21) dan Kristian (36).

BMKG mencatat 8 gempa susulan terjadi hingga Kamis (10/10) pukul 12.05 WIB. Hasil monitoring BMKG menunjukkan gempa susulan dengan magnitudo terbesar M 4,6.

BNPB mengimbau masyarakat tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak benar, sedangkan BMKG juga mengimbau agar menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved