Lokalisasi Sunan Kuning Akhirnya Ditutup, Para PSK Deklarasi Tak Akan Melakukan Praktik Prostitusi

Lokalisasi Sunan Kuning (SK) yang berada di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang akhirnya resmi ditutup, Jumat.

Lokalisasi Sunan Kuning Akhirnya Ditutup, Para PSK Deklarasi Tak Akan Melakukan Praktik Prostitusi
Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin
Wali Kota Semarang bersama jajarannya memberikan dana tali asih kepada perwakilan wanita pekerja seks (WPS) selepas pengucapan deklarasi di halaman Resosialisasi Argorejo, Jumat (18/10/2019). Tribunjateng.com/Eka Yulianti Fajlin 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Lokalisasi Sunan Kuning (SK) yang berada di Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang akhirnya resmi ditutup, Jumat (18/10/2019).

Penutupan lokalisasi ini dilakukan dengan pembacaan deklarasi oleh Ketua Resosialisasi Argorejo atau Sunan Kuning, Suwandi, dan beberapa perwakilan wanita pekerja seks (WPS).

Mereka mendeklarasikan tidak akan melakukan praktik prostitusi di kawasan tersebut serta akan kembali ke wilayah masing-masing.

Mereka juga siap menaati Peraturan Daerah (Perda) nomor 5/2017 tentang ketertiban umum.

Selepas deklarasi, perwakilan WPS secara simbolis menerima tali asih secara yang diberikan langsung oleh Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Ketua Resosialisasi Sunan Kuning, Suwandi mengatakan, pihaknya bersama para WPS telah mendeklarasikan menutup lokalisasi Sunan Kuning.

Dinas Sosial Kota Semarang (Dinsos) bersama Bank Jateng melakukan pemberkasan pencairan dana tali asih kepada 448 PSK Lokalisasi Sunan Kuning, di Balai RW 04, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Senin (14/10). (Tribun jateng/Hermawan Handaka)
Dinas Sosial Kota Semarang (Dinsos) bersama Bank Jateng melakukan pemberkasan pencairan dana tali asih kepada 448 PSK Lokalisasi Sunan Kuning, di Balai RW 04, Kelurahan Kalibanteng Kulon, Kecamatan Semarang Barat, Senin (14/10). (Tribun jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Artinya, pihaknya siap tidak membuka kembali bisnis prostitusi di kawasan tersebut.

"Memang sudah waktunya prostitusi hilang. Ini menindaklanjuti program penutupan prostitusi tingkat nasional yang dicanangkan Pemerintah Pusat. Dan hari ini waktunya Argorejo," tutur Suwandi.

Dia mengungkapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang atas kepedulian dan kebijaksanaan Pemkot selama persiapan penutupan mulai dari pemberian keterampilan hingga tali asih.

Dia juga berterima kasih Pemkot masih memberikan izin warga setempat bisa membuka wisata karaoke di Argorejo tetap beroperasi.

Baca: Andri Tak Pernah Curiga, Teman Kerjanya Ternyata Terpapar Radikalisme Hingga Diamankan Densus 88

Halaman
1234
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved