Pembunuhan Bayi Terungkap Setelah Ada Remaja Tanya Ke Bidan Soal Cara Memotong Tali Pusar

Polisi berhasil menangkap Dimas Chelvin Yamada (21) dan Dwi Astrianingsih (21), dua remaja diduga membuang mayat

Pembunuhan Bayi Terungkap Setelah Ada Remaja Tanya Ke Bidan Soal Cara Memotong Tali Pusar
Doni Prasetyo/Surya
Ayah pembunuh dan pembunuh bayinya dengan tangan diborgol digelandang ke Mapolres Magetan, Selasa (22/10/2109). 

TRIBUNNEWS.COM, MAGETAN - Polisi berhasil menangkap Dimas Chelvin Yamada (21) dan Dwi Astrianingsih (21), dua remaja diduga membuang mayat bayinya, Jumat pekan lalu.

Keduanya mengaku sengaja membunuh dan membuang bayinya itu karena malu ketahuan tetangga kos dan orangtua.

Bayi baru berumur dua hari hasil hubungan gelap itu dibuang di depan SMPN 1 Jomblang, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan.

Sejoli tersebut ditangkap saat berada di kos-nya Jalan Kalasan, Desa Kepatihan, Madiun Kota.

"Setelah ditemukan mayat bayi yang kondisinya sudah berbelatung, anggota kami menyebar mencari informasi ke sejumlah bidan di radius ditemukan mayat bayi berjenis kelamin laki laki itu,"ujar Kapolres Magetan AKBP Muhammad Riffai, Selasa (22/10/2019).

Baca: Live Streaming Pengumuman Menteri Kabinet Jokowi Jilid II, 32 Nama Calon Menteri

Baca: Ramalan Zodiak Cinta Hari Ini Rabu 23 Oktober 2019: Libra Moody, Virgo Emosi dengan Pacar

Baca: Hasil Liga Champions: Kylian Mbappe Kalahkan Messi sebagai Pencetak 15 Gol Termuda

Hasilnya, tambah Kapolres, petugas menemukan titik terang, seorang bidan menyebutkan ada orang muda yang minta diajari cara memotong tali pusar bayi.

"Dari situ Polisi melacak dan menemukan kedua remaja yang masih berstatus pacaran itu, dan setelah kami interogasi keduanya mengakuai telah menghabiskan bayi yang baru dua hari dilahirkan itu,"jelas Kapolres Riffai.

Diungkapkan Kapolres, bayi itu meninggal setelah dibekap dan dicekik lehernya.

Menurut pengakuan keduanya, mereka melakukan perbuatan keji itu, karena takut ketahuan tetangga kos dan orangtua si perempuan.

"Waktu kami makamkan dimakam umum Desa Bulukerto, Magetan Kota, bayi itu belum bernama, sehingga kami memberi nama bayi malang itu Slamet Riady. Kami melakukan itu berharap agar almarhum Slamet Riady bisa tenang di sana,"kata Kapolres Muhammad Riffai.

Akibat perbuatan keduanya, Polisi menjerat mereka Pasal 80 Ayat 3 UURI No.35 2014, tentang perubahan atas UURI No 23, Tahun 2012, tentang Perlindungan Anak.

"Mereka terancam hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun dan denda Rp 3 miliar,"kata Kapolres Magetan.

Selain itu, tambah Kapolres Riffai, polisi mengenakan pasal 340 KUHP dengan sengaja dan terencana menghilangkan jiwa orang lain dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara selama lamanya 20 tahun. (Doni Prasetyo)

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pengakuan Sejoli di Magetan yang Bunuh dan Buang Bayinya Baru Lahir: Takut Ketahuan Tetangga Kos

Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved