Akhir Pelarian Dandi Piro Anggono Tersangka Korupsi 18 M, 3 Tahun Buron, Ganti Nama & Jadi Ojol

Akhir pelarian Dandi Piro Anggono, tersangka korupsi Rp 18 Miliar, ganti nama jadi Deni Priyono hingga kerja serabutan jadi ojek online.

Akhir Pelarian Dandi Piro Anggono Tersangka Korupsi 18 M, 3 Tahun Buron, Ganti Nama & Jadi Ojol
TribunMataram Kolase/ (Dokumentasi Polres Madiun)
DITANGKAP --Inilah sosok mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa Bontang, Dandi Priyo Anggono yang ditangkap tim Polres Madiun setelah menjadi buron dua tahun penyidik Kejaksaan Negeri Bontang, Kalimantan Timur. Dandi ditangkap ditempat persembunyiannya di Madiun, Rabu (23/10/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir pelarian Dandi Piro Anggono, tersangka korupsi Rp 18 Miliar, ganti nama jadi Deni Priyono hingga kerja serabutan jadi ojek online.

Tersangka buron kasus korupsi selama hampir tiga tahun Dandi Piro Anggono akhirnya berhasil ditangkap polisi.

Dandi Piro Anggono merupakan tersangka buron kasus korupsi Rp 18 Miliar pada 2016 silam.

Tahun 2016, Dandi Piro Anggono melarikan diri dari Kota Bontang, Kalimantan Timur.

Saat itu, Dandi yang menjabat sebagai Direktur Perusahaan Daerah Aneka Usaha dan Jasa Kota Bontang, tersandung kasus korupsi senilai Rp 18 miliar.

 Polemik Tetty Paruntu, Dicoret di Menit Akhir Daftar Menteri, Rekam Jejak Terkait Korupsi

Dandi melarikan diri saat kasusnya disidik Kejaksaan Negeri Bontang. Kala itu, Dandi membuat empat anak perusahaan fiktif sebagai modus korupsi.

DITANGKAP --Inilah sosok mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa Bontang, Dandi Priyo Anggono yang ditangkap tim Polres Madiun setelah menjadi buron dua tahun penyidik Kejaksaan Negeri Bontang, Kalimantan Timur. Dandi ditangkap ditempat persembunyiannya di Madiun, Rabu (23/10/2019). ?(Dokumentasi Polres Madium)
DITANGKAP --Inilah sosok mantan Direktur Perusda Aneka Usaha dan Jasa Bontang, Dandi Priyo Anggono yang ditangkap tim Polres Madiun setelah menjadi buron dua tahun penyidik Kejaksaan Negeri Bontang, Kalimantan Timur. Dandi ditangkap ditempat persembunyiannya di Madiun, Rabu (23/10/2019). ?(Dokumentasi Polres Madium) ( )

Empat anak perusahaan itu bergerak di bidang periklanan, bahan bakar, badan usaha, dan sewa kapal.

Pada tahun anggaran 2014-2015, Pemkot Kota Bontang mengalokasikan dana sekitar Rp 17,2 miliar ke empat anak perusahaan yang dipimpin Dandi.

Setelah diaudit BPK, ada indikasi kerugian negara Rp 8 miliar yang tak bisa dipertanggungjawabkan oleh Dendi.

Dari Dandi menjadi Deni

Wakil Kepala Kejati Kaltim, Sarjono Turin didampingi Kajari Bontang Agus Kurniawan saat memberi keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim di Samarinda, Kamis (24/10/2019).
Wakil Kepala Kejati Kaltim, Sarjono Turin didampingi Kajari Bontang Agus Kurniawan saat memberi keterangan pers di Kantor Kejaksaan Tinggi Kaltim di Samarinda, Kamis (24/10/2019). (KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON)
Editor: Salma Fenty Irlanda
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved