Dua Perempuan Warga Negara Kenya Rebutan Pacar di Bali, Kasusnya Berakhir di Pengadilan

Ruth Berly dan Lorine Namelok adalah Warga Negara (WN) asal Kenya, yang diadili karena perkara dugaan penganiayaan terhadap Joaninha Maria.

Dua Perempuan Warga Negara Kenya Rebutan Pacar di Bali, Kasusnya Berakhir di Pengadilan
Tribun Bali/Rizal Fanany
Ruth Berly A Tieno dan Lorine Namelok Sale warga negara Republik Kenya, terdakwa kasus pemukulan dan penganiayaan di kawasan Legian, Kuta, Badung menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (30/10/2019). Tribun Bali/Rizal Fanany 

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Ruth Berly A Tieno (22) dan Lorine Namelok Sale (22) hanya bisa diam menunduk sembari mendengarkan alih bahasa menerjemahkan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Keduanya diadili lantaran kasus penganiayaan yang diduga dipicu rebutan pacar.

Ruth Berly dan Lorine Namelok adalah Warga Negara (WN) asal Kenya, yang diadili karena perkara dugaan penganiayaan terhadap Joaninha Maria Graciet Verdial Viera (korban) asal Timor Leste.

Di persidangan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (30/10/2019), kedua terdakwa tidak didampingi penasihat hukum.

Atas dakwaan yang dibacakan Jaksa I Nyoman Triarta Kurniawan, kedua terdakwa tidak mengajukan keberatan.

Baca: Curhatan Wisnu Kuncoro, Mantan Direktur KS: Kena OTT KPK Jelang Pernikahan Anak

Sementara itu dalam surat dakwaan, Jaksa Nyoman Triarta memasang dakwaan tunggal terhadap kedua terdakwa.

Disebutkan, bahwa kedua terdakwa secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan kekerasan yang digunakan mengakibatkan luka-luka.

Perbuatan para terdakwa tersebut diatur dan diancam dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Ruth Berly A Tieno dan Lorine Namelok Sale warga negara Republik Kenya, terdakwa kasus pemukulan dan penganiayaan di kawasan Legian, Kuta, Badung menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (30/10/2019). Tribun Bali/Rizal Fanany
Ruth Berly A Tieno dan Lorine Namelok Sale warga negara Republik Kenya, terdakwa kasus pemukulan dan penganiayaan di kawasan Legian, Kuta, Badung menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Negeri Denpasar, Rabu (30/10/2019). Tribun Bali/Rizal Fanany (Tribun Bali/Rizal Fanany)

Diungkap dalam dakwaan, peristiwa penganiayaan berawal saat korban Joaninha Maria Graciet Verdial Viera tengah menikmati hiburan malam di Engine Room, Jalan Raya Legian, Kuta, bersama adiknya, Maria Cristina Lemos, Minggu 4 Agustus 2019.

Keduanya menghibur diri karena esok harinya, Maria Cristina akan pergi ke Portugal.

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved