Narapidana Kabur Saat akan Dikembalikan ke LP Wanita Wirogunan Usai Sidang

Seorang narapidana wanita kasus penggelapan dan pencurian bernama Dika Ratna Sari (25) kabur saat dibawa petugas kejaksaan seusai persidangan.

Narapidana Kabur Saat akan Dikembalikan ke LP Wanita Wirogunan Usai Sidang
Kompas.com/Markus Yuwono
Seorang narapidana wanita kasus penggelapan dan pencurian bernama Dika Ratna Sari (25) kabur saat dibawa petugas kejaksaan seusai persidangan di Pengadilan Negeri Wonosari pada 23 Oktober lalu. 

TRIBUNNEWS.COM, GUNUNGKIDUL - Seorang narapidana wanita kasus penggelapan dan pencurian bernama Dika Ratna Sari (25) kabur saat dibawa petugas kejaksaan seusai persidangan di Pengadilan Negeri Wonosari pada 23 Oktober lalu.

Dikutip dari Kompas.com, narapidana asal Meyosi Talun, Keduweng, Pekalongan, Jawa Tengah tersebut kabur diduga karena kelalaian petugas.

Kasus kaburnya narapidana wanita bertato di tangan kanan dan kiri ini cukup ramai dibicarakan di media sosial.

Bahkan muncul rumor kalau narapidana tersebut kabur saat diajak petugas ke losmen.

Menanggapi rumor tersebut, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejari Gunungkidul, Ari Hani Saputri mengaku belum bisa berkomentar.

Baca: Berani Jujur! 5 Artis Akui Hamil di Luar Nikah, Termasuk Istri Young Lex, Siapa Lagi Berikutnya?

"Saya tidak berani berkomentar dulu, tidak mau mendahului pemeriksaan," katanya.

Ari mengaku pihak internal Kejari Wonosari sudah melakukan pemeriksaan terhadap petugas yang membawa narapidana tersebut.

Kaburnya narapidana ini menurutnya kemungkinan karena ada kelalaian petugas. Namun pihaknya akan melihat terlebih dahulu sebesar apa kelalaian dari petugas.

Seorang narapidana wanita kasus penggelapan dan pencurian bernama Dika Ratna Sari (25) kabur saat dibawa petugas kejaksaan seusai persidangan di Pengadilan Negeri Wonosari pada 23 Oktober lalu.
Seorang narapidana wanita kasus penggelapan dan pencurian bernama Dika Ratna Sari (25) kabur saat dibawa petugas kejaksaan seusai persidangan di Pengadilan Negeri Wonosari pada 23 Oktober lalu. (Kompas.com/Markus Yuwono)

"Untuk apakah nanti terbukti (petugas lalai) penjatuhan sanksi dari kejaksaan agung. Ini kan sifatnya berjenjang dari kejaksaan tinggi, pengawasan, dan nantinya ke kejaksaan agung. Untuk Sanksinya pasti ada, sanksinya apa tergantung kelalaian itu apakah kelalaian, kesengajaan," jelasnya.

"Sesuai SOP harusnya terpidana dalam keadaan terborgol, tetapi saya belum tahu informasi secara pasti saat lari dalam keadaan terborgol atau tidak,"lanjutnya.

Baca: Jokowi Keluhkan Rute Tol Laut, Menhub Tuding Ada Pratik Monopoli

Halaman
12
Editor: Dewi Agustina
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved