FAKTA Meninggalnya Anggota Paskibraka Desak Putu Tiara, Penyebab hingga Permintaan Terakhirnya

Berikut ini fakta mengenai meninggalnya anggota Paskibraka, Desak Putu Tiara, meninggal. Penyebab hingga permintaan terakhirnya.

FAKTA Meninggalnya Anggota Paskibraka Desak Putu Tiara, Penyebab hingga Permintaan Terakhirnya
ISTIMEWA via Tribun Bali / Tribun Bali Ratu Ayu Astri Desiani
Berikut ini fakta mengenai meninggalnya anggota Paskibraka, Desak Putu Tiara. Penyebab hingga permintaan terakhirnya. 

Pada 2018 lalu, Tiara sempat menjabat sebagai bendahara OSIS.

Waka Kesiswaan SMAN 3 Singaraja, Putu Merta Tanaya pun mengungkapkan Tiara memiliki pribadi yang baik dan tidak pernah membuat masalah di sekolah.

"Tiara anaknya baik sekali. Tidak pernah punya masalah di sekolah."

"Tahun lalu dia juga sempat coba ikut seleksi Paskibra namun tidak lolos karena kalah di bodi."

"Akhirnya tahun 2019 ini dia berhasil membawa nama baik sekolah," kenang Tanaya, sebagaimana dikutip dari Tribun Bali.

3. Sosok Tiara di mata temannya

Anggota Paskibraka Buleleng, Bali, Ni Kadek Putri Sila Yanti (17), mengaku sedih saat mendengar kepergian Desak Putu Tiara.

Sila sendiri mengatakan sempat menjenguk Tiara saat kondisi koma.

"Saya tidak menyangka dengan kondisi Tiara saat itu yang terbaring lemah dan tidak sadarkan diri."

"Padahal fisiknya saat latihan benar-benar kuat. Selama di Paskibra, Tiara adalah sahabat baik saya," tutur Sila.

Di mata Sila, Tiara adalah sosok pribadi ramah dan tidak pernah mengeluh.

Mengutip Tribun Bali, Sila mengatakan Tiara selalu membuat suasana latihan Paskibraka menjadi menyenangkan.

Pasalnya, Tiara, menurut Sila, adalah orang yang humoris.

"Kalau dia ketawa, suaranya keras sekali. Heboh lah orangnya. Dia yang membuat masa-masa pelatihan itu menjadi indah karena orangnya humoris."

"Saat latihan juga fisiknya terlihat sangat kuat, tidak pernah sakit. Makanya saya syok sekali dengan kepergiannya ini." kenangnya.

4. Permintaan terakhir Tiara

Dewa Gede Sugiarta, mengenang permintaan Desak Putu Tiara sebelum akhirnya sang putri meninggal dunia.

Sekitar dua minggu lalu, Sugiarta datang ke Buleleng untuk mengunjungi Tiara.

Dilansir Tribun Bali, Sugiarta mengatakan saat itu Tiara meminta agar sang ayah mau foto bersamanya.

Tiara pun memeluk sang ayah saat berfoto bersama.

"Terakhir dia minta foto bareng dengan saya. Saya dipeluk," kisah Sugiarta.

Sugiarta pun tidak menyangka momen tersebut menjadi momen terakhir bersama Tiara sebelum akhirnya ia kembali ke Sumbawa pada Senin (28/11/2019) malam.

Tiara diketahui hidup terpisah dari ayah dan ibunya karena memutuskan bersekolah di Buleleng sejak lulus SD.

Gadis 17 tahun ini memilih melanjutkan sekolah di Buleleng dan tinggal bersama sang bibi.

(Tribunnews.com/Pravitri Retno W, Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Destiani)

Penulis: Pravitri Retno Widyastuti
Editor: bunga pradipta p
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved