Kasus Atap Sekolah Roboh Tewaskan Murid dan Guru, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara

"Kedua tersangka diamankan di Kediri pada Jumat malam," ujar Luki Minggu (10/11/2019)

Kasus Atap Sekolah Roboh Tewaskan Murid dan Guru, Tersangka Terancam 5 Tahun Penjara
Surya/Galih Lintartika
Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan, saat berkunjung ke SDN Gentong Kota Pasuruan, Sabtu (9/11/2019) pagi. (SURYA/GALIH LINTARTIKA) 

TRIBUNNEWS.COM, PASURUAN - Aparat kepolisian telah menetapkan dua orang sebagai tersangka terkait kasus robohnya atap Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kota Pasuruan, Jawa Timur.

Kedua tersangka dari kalangan swasta berinial S dan D.

Kapolda Jawa Timur Irjen Luki Hermawan mengatakan, S dan D adalah pihak ketiga yang mengerjakan proyek pembuatan gedung kelas.

Proyek tersebut dikerjakan oleh 2 bendera perusahaan berinisial ADL dan DHL, pada tahun anggaran 2012.

"Kedua tersangka diamankan di Kediri pada Jumat malam," ujar Luki Minggu (10/11/2019).

Keduanya dijerat Pasal 359 KUHP.

Berikut bunyi pasal terserbut:

“Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Menurut Luki, penyidik tidak berhenti melakukan pemeriksaan kepada pihak-pihak yang diduga terlibat, termasuk kepada para pejabat di Dinas Pendidikan Kota Pasuruan.

Baca: Atap SDN Gentong di Pasuruan Ambruk, Kontraktornya Jadi Tersangka

Baca: SD Negeri Gentong Ambruk, Nadiem Sambangi Keluarga Korban Meninggal, Ayah Korban: Saya Mengikhlaskan

Baca: TERUNGKAP Tindak Pidana di Kasus Atap Kelas SDN Gentong Pasuruan, 1 Hal Janggal Jadi Petunjuk Polisi

"Kemungkinan tersangka juga akan bertambah," kata Luki.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved