BKKBN Jadikan Kampung Warbo Papua, Pilot Project Pusat Keluarga Berkualitas dan Berbahagia

Termasuk kesejahteraan keluarga pra sejahtera untuk menuju keluarga yang lebih baik.sebagai keluarga berkualitas dan berbahagia atau

BKKBN Jadikan Kampung Warbo Papua, Pilot Project Pusat Keluarga Berkualitas dan Berbahagia
TRIBUNNEWS.COM/MUHAMMAD YUSUF
Hasto Wardoyo (tengah), Kepala BKKBN saat melakukan kunjungan di kampung kampung Warbo, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom Papua , Selasa (20/11/2019). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Mohamad Yusuf

TRIBUNNEWS.COM, PAPUA-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, akan menjadikan kampung Warbo, Distrik Arso Barat, Kabupaten Keerom, Papua, sebagai keluarga berkualitas dan berbahagia atau center of excellence family happiness.

Wilayah yang menjadi kampung Keluarga Berencana (KB) tersebut, memiliki kemandirian. Salah satunya dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik. "Karena mereka bisa merintis kemandirian. Tanah juga masih luas. Produk lokalnya juga luar biasa. Tinggal dilakukan pendampingan," kata Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN saat melakukan kunjungan di kampung tersebut, Selasa (20/11/2019).

Wilayah tersebut, juga merupakan salah satu penopang pangan di Papua. Dimana hasil berkebunnya yang cukup banyak. "Sesuai visi misi Presiden Jokowi, kampung KB ini kebanyakan yang di wilayah terisolir dan pinggiran. Konsep baru yang ingin kami wujudkan ke depan di Kampung KB adalah center of excellence family happiness," jelas Hasto.

Baca: Kuasa Hukum Enam Aktivis Papua Pastikan Tidak Akan Cabut Praperadilan

Sebelumnya, pihaknya menggunakan konsep center of excellence family welfare. Dimana orang masih memikirkan kepentingan perut.

Selain itu, stigma bahwa program KB adalah pembatasan kelahiran anak juga masih melekat di dalam masyarakat Papua.

Baca: Akhir Bulan Ini Mahfud MD akan Kunjungi Papua

Mereka enggan jika kelahiran anak dibatasi. Pasalnya di Papua sendiri jumlah populasi masih sedikit. Sementara wilayah geografisnya masih luas. Tak hanya itu, pembatasan kelahiran anak juga dianggap menyalahi ajaran agama. "Oleh karena itu, melalui Bupati, nanti kerjasama pemberdayaan yang ada di sini untuk mencapai keluarga berkualitas dan sejahtera," kata Hasto.

Sementara itu, Bupati Keerom, Muhammad Markum, mengatakan bahwa program-program dari BKKBN sebelumnya, sangat membantu dalam meningkatkan kualitas hidup manusia. Termasuk kesejahteraan keluarga pra sejahtera untuk menuju keluarga yang lebih baik.

Baca: Mahfud MD Sebut Veronica Koman Punya Utang Beasiswa Kepada Pemerintah Indonesia

"Keberhasiln program ini dibutuhkan sinergitas dengan pembangunan di segala bidang lainnya. Yang akan memberikan bagi masyarakat kehidupan lebih sejahtera" jelasnya.

Untuk menekan stigma negatif mengenai program KB, lanjut Markum, pihaknya terus menggandeng pusat informasi konseling remaja di sekolah-sekolah. Termasuk di gereja-gereja dan di masjid.

"Kenapa pendekatannya ke pastor, pendeta, ustaz, dan tokoh-tokoh adat? Karena mereka yang bisa masuk ke masyarakat langsung," jelasnya.

Editor: Rachmat Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved