10 Tahun Menjadi Wali Kota, Risma Ingat Pernah 'Diturunkan' dan Ditolong Tokoh di Ibu Kota

Daripada tak melakukan apapun, Risma berpikir untuk terjun langsung ke lapangan untuk melihat sumber dan penyebab banjir.

10 Tahun Menjadi Wali Kota, Risma Ingat Pernah 'Diturunkan' dan Ditolong Tokoh di Ibu Kota
TRIBUN/DANY PERMANA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini berkunjung ke Redaksi Tribun Network di Palmerah, Jakarta, Kamis (21/11/2019). Risma yang baru saja berulang tahun ke-58 pada Rabu 20 November, memaparkan apa yang telah dicapainya di Kota Surabaya. TRIBUNNEWS/DANY PERMANA 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Vincentius Jyestha

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama hampir 10 tahun memimpin Kota Surabaya, ternyata pengalaman yang paling terngiang di benak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini adalah dua tahun awal kepemimpinannya.

Risma, begitu ia disapa, mengingat pernah 'diturunkan' dari jabatannya oleh Ketua DPRD Surabaya kala itu Whisnu Wardhana dengan hak angket. Itu terjadi pada 31 Januari 2011, dimana Risma belum genap setahun menjabat.

Bahkan enam dari tujuh fraksi di DPRD Surabaya termasuk PDIP yang mengusungnya saat itu, menyetujui untuk memberhentikan Risma.

Baca : Kabar Buruk Anies Baswedan, Perbuatannya Soal TGUPP Ini Dinilai Langgar Hukum, Terancam Kena Sanksi

Alasan pemberhentian tersebut karena Risma mengeluarkan Peraturan Wali Kota Surabaya (Perwali) Nomor 56 tahun 2010 tentang perhitungan nilai sewa reklame dan Perwali Nomor 57 tahun 2010 tentang perhitungan nilai sewa reklame terbatas di kawasan khusus kota Surabaya.

"(Yang paling terngiang, - red) Saya pernah diturunkan. Melekat sekali di saya, 'kok bisa diturunkan'. Ya nggak tahu, pokoknya saya pernah merasa diturunkan," ujar Risma, saat berkunjung ke kantor Tribun Network, di Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (21/11/2019).

Baca: Tri Rismaharini Pernah Ditawari Jatah Menteri dari PDI Perjuangan

Baca: Tri Rismaharini Borong Buku di Gudang Gramedia Untuk Perpustakaan di Surabaya

Baca: Walikota Surabaya Tri Rismaharani Dapat Kejutan Ulang Tahun dari Grup Kompas Gramedia

Perempuan pertama yang terpilih sebagai wali kota Surabaya sepanjang sejarah tersebut bercerita dua tahun tak bisa menjalankan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Di periode pertama memimpin Surabaya, Risma menegaskan hanya bisa bekerja efektif selama tiga tahun. Karena dua tahun dirinya tak bisa bekerja.

"Dua tahun saya nggak bisa jalankan APBD di periode yang sebelumnya (2010-2015, karena kalau dilihat total itu saya kerja (hanya) 3 tahun. Dua tahun saya nggak bisa ngapa-ngapain," kata dia.

Halaman
12
Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved