Bocah 4 Tahun Dibunuh Pacar Ibunya, Pelaku Ngaku Cemburu karena Ibu-Anak Seperti Suami-Istri

Seorang bocah berusia 4 tahun meninggal di tangan pacar ibunya. Bocah itu dianiaya hingga meregang nyawa hanya karena cemburu.

Bocah 4 Tahun Dibunuh Pacar Ibunya, Pelaku Ngaku Cemburu karena Ibu-Anak Seperti Suami-Istri
Ist/Polresdeliserdang/Indra Gunawan
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Deliserdang mengungkap kematian Aliando Saragih, bocah berusia 4 tahun yang merupakan warga Desa Ujung Labuhan, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deliserdang. 

Rencana Menikah

Kasat Reskrim Polresta Deliserdang, AKP Rafles Langgak Putra Marpaung mengatakan, untuk memastikan siapa pelaku pembunuhan, kepolisian memeriksa sejumlah saksi.

Ibu korban, Dorlida Simamora (35) mengatakan pada saat kejadian itu dirinya sedang tidak ada di lokasi kejadian.

Ia mengakui bahwa tersangka Alisaba Nazara adalah pacarnya yang rencananya akan menikahinya dalam waktu dekat.

Baca: Anaknya Tewas Dibunuh Tetangga Gara-gara Bau Kotoran, Opung Bahtiar Menangis Histeris

Baca: Seorang Ibu di Langsa, Aceh Bunuh Bayi Laki-laki Kandungnya

Dorlida mengatakan dia dan suaminya Ansarih Saragih telah berpisah kurang lebih satu tahun belakangan.

"Jadi Dorlida dan korban tinggal bersama kurang lebih dua minggu ini. Tinggalnya di kios pangkas tempat kejadian. Pada saat pukul 11.00 WIB ibunya ini sempat pergi untuk bekerja sebagai tukang gosok pakaian. Ketika ditinggalkannya anaknya ini masih dalam keadaan sehat. Baru sekira pukul 13.30 WIB dia kembali pulang," kata Rafles.

Setibanya di kios pangkas yang mereka jadikan tempat tinggal itu, Dorlida sempat menanyakan keberadaan anaknya.

Pada saat itu tersangka sempat menjawab, bahwa anaknya tidur di kamar dan sudah dimandikan dan ditidurkan.

Saat dilihatnya nampak anaknya itu memang dalam keadaan berbaring.

Satreskrim Polresta Deliserdang berhasil mengamankan pelaku pembunuhan bocah, Jumat (22/11/2019) malam.
Satreskrim Polresta Deliserdang berhasil mengamankan pelaku pembunuhan bocah, Jumat (22/11/2019) malam. (Ist/Polres Deliserdang/Indra Gunawan)

"Lalu ibunya ini membangunkan korban namun tidak kunjung bangun dan tidak bergerak. Dilihatnya memang ada luka memar di pipi dan leher korban. Sempat ditanyakan keadaan korban sama tersangka ini dan diajak untuk dibawa ke rumah sakit," kata Rafles.

"Tapi rupanya saat itu tersangka ini menjawab sudah meninggal dia itu dek. Tapi ibu korban ini tetap memaksa untuk membawa anaknya ke rumah sakit," ungkap Rafles.

Halaman
123
Editor: Miftah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved