Viral Masjid Megah di Tengah Hutan, Ini Cerita si Perekam, Lewati Jalan Sempit dan Penuh Batu

Perempuan Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Luchyana tidak menyangka rekaman videonya berisi masjid megah di tengah hutan bisa se-viral ini.

Viral Masjid Megah di Tengah Hutan, Ini Cerita si Perekam, Lewati Jalan Sempit dan Penuh Batu
https://www.facebook.com/photo.php?fbid=999906330359775&set=pcb.999906430359765&type=3&theater;
Akun Facebook Luchyana Make Up mengunggah foto masjid megah yang berada di tengah hutan. Masjid tersebut berlokasi di Gowa, Sulawesi Selatan. 

TRIBUNNEWS.COM - Perempuan berumur 25 tahun asal Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Luchyana tidak menyangka rekaman videonya berisi masjid megah di tengah hutan bisa se-viral ini.

Ia mengaku awalnya hanya iseng ketika merekam masjid yang berlokasi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa ini.

"Cuma sekedar upload, sia-sia dong ada masjid yang megah dan cantiknya seperti itu tapi ndak dilihat orang," ungkap Luchyana saat dihubungi Tribunnews lewat sambungan telepon, Senin (24/11/2019).

Luchyana tidak berniat untuk memviralkan video masjid megah di tengah hutan  tersebut.

"Ndak ada niat mau jadi viral,  juga tidak menyangka seviral ini," lanjutnya.

Sejak viralnya video tersebut, Luchyana mengaku keheranan dengan mendapat telepon dari berbagai daerah untuk mewawancarai dirinya. 

Baca: 5 Fakta Menarik Masjid Megah di Tengah Hutan yang Viral di Media Sosial

"Banyak sekali telepon dari Medan dan dari Pontianak," tegas perempuan yang bekerja sebagai penata rias.

Dalam kesempatan tersebut Luchyana juga menceritakan awal dirinya mengetahui keberadaan masjid yang hingga kini tidak diketahui namanya itu.

Luchyana menceritakan sebelum menemukan masjid megah tersebut dirinya mendapatkan job merias pengantin di desa tersebut pada Sabtu (23/11/2019) lalu.

Lokasi menuju masjid megah tengah hutan
Lokasi menuju masjid megah tengah hutan (Kolase Tribunnews.com)

Setelah melakukan pekerjaannya, Luchyana mendapat info dari kawannya mengenai sebuah masjid megah di tengah-tengah hutan.

Ia bersama 6 orang lainnya memutuskan untuk mencari keberadaan masjid yang dibicarakan oleh temannya itu.

"Akhirnya saya meminta dia untuk diantar ke sana," ujarnya.

Baca: Ditanya Soal Impor Migas, Ahok: Saya Bukan Dirut, Bukan Hak Saya Bicara

Ia mengaku penasaran dengan keberadaan masjid megah yang diceritakan oleh temannya.

Luchyana mengungkapkan, perjalanan dari lokasi meriasnya ke lokasi masjid tersebut tidaklah mudah.

Ia memulai perjalanan menuju masjid tengah hutan sekitar pukul 13.30 waktu setempat.

Menurutnya, kondisi jalan menuju lokasi memiliki medan cukup menantang.

"Jalannya di sana sempit, terus bebatuan, ada belokan, turunan, dan tanjakan," ungkap Luchyana.

Lebih lanjut, Luchyana mengatakan, saat melihat kubah masjid, ia yang berada di kursi depan mengeluarkan smartphone untuk merekam momen perjalanannya.

Baca: Kisah Pendiri Warung Sate dan Tengkleng Pak Manto Semasa Hidup: Awalnya Tinggal di Rumah Gedek

Awalnya Luchyana ingin melakukan live streaming.

Namun, kawasan tersebut tidak terjangkau sinyal sehingga ia memilih merekam menggunakan video lewat fitur smartphone-nya.

"Akhirnya saya video saja, kira-kira 15 menit-an," kata Luchyana.

Dirinya mengaku membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk sampai di lokasi masjid megah ini.

Sesampainya di sana, Luchyana dan teman-temannya dibuat takjub dengan keadaan masjid yang tidak memiliki nama ini. 

Luchyana mengatakan masjid tersebut berbeda dengan masjid-masjid di kota yang ia lihat selama ini.

Baca: Ahok Ditunjuk jadi Komut Pertamina, Sandiaga Uno: Kita Tunggu Kinerjanya

Menutur penuturan perempuan asli Kabupaten Jeneponto ini, masjid tersebut memiliki desain klasik yang unik di bagian eksteriornya.

"Saya sampai di sana kayak mimpi, kayak di negeri-negeri dongeng, bagus sekali," ungkap dia.

Untuk mengobati rasa penasarannya,  Luchyana bertanya ke seorang temannya perihal informasi tersebut.

Namun, temannya juga tidak mengetahui secara detail terkait masjid megah ini.

"Teman saya juga tidak tahun sejak kapan dibangun masjid ini," aku Luchyana.

Berdasarkan informasi singkat dari teman Luchyana, diketahui pemilik masjid ini disebut Pauang.

Baca: Hari Guru Nasional: 7 Artis yang Ternyata juga Seorang Guru, dari Dewi Hughes hingga Cinta Laura

Menurut Luchyana kata Pauang berasal dari bahasa Bugis yang memiliki arti Tuan.

Luchyana menambahkan, selain masjid, ada dua bangunan lain di lokasi itu.

Bangunan ini terdiri dari sebuah vila dan rumah yang digunakan untuk tempat tinggal marbot masjid megah ini.

"Ada juga villanya, ada juga satu rumah yang dibuat khusus untuk tukang bersih-bersih masjid," tambahnya.

 Dulunya tempat keramat

Tampak belakang masjid megah di tengah hutan yang sedang viral.
Tampak belakang masjid megah di tengah hutan yang sedang viral. (Luchyana Make Up)

Camat Bontolempangan, Muslimin mengatakan lokasi masjid megah di tengah hutan Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Gowa pernah dijadikan tempat ritual.

Dikutip Tribunnews.com dari Tribungowa.com, Muslimin menceritakan sebelum dibagun sebuah masjid di lokasi tersebut awalnya adalah tempat yang 'karrasa' (keramat) bagi masyarakat setempat.

Ada batu besar yang digunakan oleh sejumlah warga untuk melakukan ritual.

Kemudian setelah dibagun masjid megah ini, lokasi tersebut menjadi tempat untuk beribadah dan menimba ilmu masyarakat sekitar.

"Setelah Masjid terbangun, lokasi itu pun ditempati untuk salat dan belajar mengaji bagi warga setempat," kata Muslimin.

Baca: Ahok Resmi Jadi Komisaris Utama Pertamina, Politikus Demokrat Ferdinand Hutahaean: Saya Agak Pesimis

Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji.

Guru-guru mengaji itu nantinya mengajarkan ilmu Al-Qur'an untuk anak-anak penduduk sekitar.

Informasi yang dihimpun dari Muslimin, diketahui masjid yang letaknya di tengah pegunungan ini sudah ada sejak 2014.

"Iya memang ada, masjid itu sudah lama sekitar lima tahun," katanya.

Muslimin menambahkan masjid megah ini dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal Bugis.

Orang-orang sering memanggilnya dengan sapaan Puang.

Puang sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika.

Saat datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu.

(*)

Sebagian artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Ada Masjid di Tengah Hutan Kopi, Begini Penjelasan Camat Bontolempangan Gowa.

(Tribunnews.com/ Endra Kurniawan)(Tribungowa.com/Ari Maryadi)

Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Miftah
Sumber: TribunSolo.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved