Agung Berhasil 6 Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke LP Kedungpane, Segini Bayarannya

Polrestabes Semarang merringkus pelaku penyelundupan narkotika Agung Wahyono (29) di lembaga pemasyarakatan I Kedungpane Semarang.

Agung Berhasil 6 Kali Selundupkan Sabu dan Ekstasi ke LP Kedungpane, Segini Bayarannya
(Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Satreskrim Narkoba Polrestabes Semarang berhasil membongkar dan menangkap tiga orang spesialis penyelundupan sabu di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Jawa Tengah dengan modus disembunyikan di dubur dengan menggunakan alat kontrasepsi, Kamis (28/11/2019). 

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - Satuan reserse Kriminal (Satreskrim) Narkoba Polrestabes Semarang merringkus pelaku penyelundupan narkotika Agung Wahyono (29) di lembaga pemasyarakatan I Kedungpane Semarang.

Dalam melakukan aksinya Agung dibantu oleh kedua temannya Ahmad Ridwan, dan Suparwanto yang saat ini juga mendekam di tahanan Polrestabes Semarang.

Agung mengaku dalam kurun waktu dua bulan sudah enam kali lolos dari pemeriksaan petugas saat mengantarkan narkotika jenis ekstasi dan sabu yang telah dipesan narapidana S dari dalam Lapas.

Satreskrim Narkoba Polrestabes Semarang berhasil membongkar dan menangkap tiga orang spesialis penyelundupan sabu di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Jawa Tengah dengan modus disembunyikan di dubur dengan menggunakan alat kontrasepsi, Kamis (28/11/2019).
Satreskrim Narkoba Polrestabes Semarang berhasil membongkar dan menangkap tiga orang spesialis penyelundupan sabu di Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang, Jawa Tengah dengan modus disembunyikan di dubur dengan menggunakan alat kontrasepsi, Kamis (28/11/2019). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)

"Kalau dimasukkan ke dalam dubur bisa muat 35 gram sabu. Kalau ekstasi bisa 100 butir ekstasi," kata dia saat dihadirkan pada gelar perkara di Polrestabes Semarang, Kamis (28/11/2019).

Menurut dia, sebelum dimasukkan ke dubur, barang haram tersebut dibungkus plastik lalu dimasukkan ke dalam kondom.

Baca: Cewek 19 Tahun Tewas Overdosis, Pria yang Buang Mayatnya Akui Hubungan Badan Seharian dengan Korban

Kemudian setelah terbungkus kondom, narkoba dimasukkan ke dalam dubur pelaku.

"Pemeriksaan hanya dilakukan sekali. Saat akan memberikan pesanan, saya terlebih dahulu ke kamar mandi. Saya menarik narkoba dari dubur dan langsung diberikan,"jelasnya.

Setelah berhasil mengantarkan tersebut, dia mendapat komisi sebesar Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta. Komisinya dibayarkan langsung di dalam Lapas.

"Ngasih uangnya langsung di dalam Lapas," tuturnya.

Baca: Penjelasan Pengemudi Ojol yang Antar Kaleng Cat Berisi Sabu ke Rutan Depok

Agung mengaku mendapat barang haram dari luar Lapas atas perintah S melalui ponsel.

Halaman
1234
Editor: Sugiyarto
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved