Kisah Sedih Dimas Bocah 12 Tahun dengan Berat 10 KG Tak Berdaya, Diurus Ayah Hingga Kerja Serabutan

Dimas Andre Kurniawan berusia 12 tahun. Namun, bocah yang seharusnya sekolah kelas 1 SMP itu, hanya bisa tergolek lemah dan tak mampu beraktivitas.

Kisah Sedih Dimas Bocah 12 Tahun dengan Berat 10 KG Tak Berdaya, Diurus Ayah Hingga Kerja Serabutan
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Dara Nur Anggraini dirawat di dalam inkubator di ruang Neonatus Intensive Care Unit (NICU) RSUD Tarakan, Jakarta Pusat, Senin (18/2/2013). Bayi lahir prematur dengan berat hanya 1,6 kilogram itu kondisinya membaik namun masih di bawah pengawasan yang ketat. Sebelumnya saudara kembarnya meninggal dunia karena kesulitan mendapat ruang perawatan NICU di sejumlah rumah sakit di Jakarta. Kompas/Wisnu Widiantoro (NUT) 18-02-2013

TRIBUNNEWS.COM Dimas Andre Kurniawan berusia 12 tahun. Namun, bocah yang seharusnya sekolah kelas 1 SMP itu, hanya bisa tergolek lemah.

Berat badannya tak lebih dari 10 kilogram dan tak mampu beraktivitas.

Orangtua Dimas, Ramelan, warga RT 7/RW 6 Dusun Berokan, Kelurahan Bawen, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang mengatakan, anak ketiganya tersebut terlahir prematur saat usia kandungan istrinya lima bulan.

"Saat itu, istri saya kerja di pabrik. Waktu di kamar mandi terpeleset, sehingga bayinya harus dikeluarkan," jelasnya, Senin (2/12/2019).

Saat lahir, Dimas, dinyatakan ada gangguan di syaraf punggung dan kepala.

Miris bocah 12 tahun hanya memiliki berat bada 5 kg, dengan digendong ayahnya, Dimas bermain bersama tetangganya.
Miris bocah 12 tahun hanya memiliki berat bada 5 kg, dengan digendong ayahnya, Dimas bermain bersama tetangganya. (KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA)

Selain itu ada tenggorokannya pun sempit dan menganggu pita suaranya.

Ramelan yang bekerja sebagai tenaga serabutan telah mengupayakan berbagai cara demi kesembuhan Dimas.

 Cemburu Suami Tidur dengan Istri Pertama, Ibu Beri Bayi Racun Babi, Bunuh Diri setelah Bakar Mobil

Mulai dari cara medis hingga tradisional.

"Dia menjalani terapi selama empat tahun. Hasilnya, kepala Dimas bisa digerakkan.

Tapi terapi tidak saya lanjutkan karena tidak ada biaya," jelasnya.

Ibu meninggal akibat kanker serviks

HALAMAN SELANJUTNYA ==============>

Editor: Asytari Fauziah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved