Terdakwa Kasus Mutilasi Tampak Lemas saat Dengar Jaksa Tuntut Hukuman Mati

Bahkan, saat keluar ruang sidang, Deni terlihat lemas dan harus dipapah dua orang polisi menuju mobil tahanan

Terdakwa Kasus Mutilasi Tampak Lemas saat Dengar Jaksa Tuntut Hukuman Mati
Kompas.com/Fadlan Mukhtar Zain
Sidang pembacaan tuntutan kasus mutilasi dengan terdakwa Deni Priyanto (37) di Pengadilan Negeri (PN) Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2019) 

TRIBUNNEWS.COM, BANJARNEGARA - Terdakwa kasus mutilasi terlihat tegang saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (3/12/2019).

Raut muka warga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara ini berubah ketika jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyumas menuntutnya dengan hukuman mati.

Baca: Korban First Travel Siang Ini Mau Temui Jaksa Agung, Minta Perlindungan Hukum Soal Perampasan Aset

Dengan kepala terus menunduk di kursi pesakitan, mata Deni tampak berkaca-kaca.

Bahkan, saat keluar ruang sidang, Deni terlihat lemas dan harus dipapah dua orang polisi menuju mobil tahanan.

Sementara itu, di bangku pengunjung deret paling belakang, seorang lansia dengan kerudung warna cokelat langsung menunduk sambil terus mengusap air matanya, sesaat setelah JPU membacakan tuntutan.

Lansia itu tidak lain adalah Tini (66), ibu dari Deni Priyanto. Sejak sidang pertama pada 1 Oktober 2019 lalu,

Tini selalu menyempatkan waktu untuk menyaksikan sidang.

Tini naik angkutan umum seorang diri ke PN yang berjarak sekitar 18 kilometer dari rumahnya.

"Saya selalu datang saat sidang, saya dari awal tidak tahu apa-apa, jadi ke sini, ingin tahu," tutur Tini saat ditemui seusai sidang.

Halaman
12
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved