Video Ibu Seret Anak Perempuan yang Masih Balita di Aceh, Pelaku Bisa Kena Pasal KDRT

Viralnya video itu langsung memantik kemarahan netizen, cacian, sepah-serapah pun tak terbendung yang ditujukan kepada NU.

Video Ibu Seret Anak Perempuan yang Masih Balita di Aceh, Pelaku Bisa Kena Pasal KDRT
kolase serambinew, ilustrasi newsx.com
Viral ibu di Aceh seret anaknya sekitar 12 meter 

Laporan Wartawan Serambinews.com, Khalidin

TRIBUNNEWS.COM, SUBULUSSALAM - Kasus ibu menyeret anaknya yang terekam video di Gampong Pie, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh menjadi perhatian besar publik di Aceh.

Menurut Nobuala Halawa SH MH, ketua Lembaga Advokasi Perempuan dan Anak (Lampuan) Kota Subulussalam kasus tersebut dapat diusut dan, pelakunya bisa diproses hukum tanpa harus melalui laporan korban.

Nobuala Halawa yang banyak menangani kasus perempuan maupun anak di Kota Subulussalam dan Aceh Singkil menjelaskan, dalam UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga pasal 27 jelas menyatakan dalam hal korban adalah seorang anak laporan dapat dilakukan oleh orang tua, wali, pengasuh atau anak yang bersangkutan.

Baca: Ibu Hamil di Aceh Bunuh Diri Bersama Anaknya yang Masih Balita Gara-gara Ulah Suami

Baca: Korban Tenggelam Ditemukan di Dasar Sungai Desa Bak Paoh

Baca: Karen Pooroe Teman Baik Marshanda, Heran Saat Tahu Suaminya Tinggal di Apartemen Marshanda

Kemudian, kata Halawa di pasal 26 ayat 2 juga mengatur bahwa korban kekerasan rumah tangga bisa memberikan kuasa kepada keluarga dan orang lain.

Menurut Halawa, kata orang lain boleh siapa pun karena jika dikaitkan dengan KUHAP apabila petunjuk berupa video ada terjadi tindak kekerasan orang lain yang melihat petunjuk tersebut bisa menjadi alat bukti.

”Selain saksi, petunjuk juga menjadi alat bukti sebagaimana diamanahkan oleh pasal 183 KUHAP,” kata Halawa

Lebih jauh dijelaskan, Pasal 10 huruf a juga mengatur hak korban mendapat perlindungan dari keluarga, kepolisian, kejaksaan, pengadilan, advokat, lembaga sosial, atau pihak lain.

Halawa juga mengatakan keterangan korban bukti petunjuk berupa video bisa menjerat pelaku melanggar pasal KDRT.

Ketentuan pidananya diatur dalam pasal 44 ayat 1 tuntutan bisa berupa penjara 5 tahun ke atas.

Halaman
123
Editor: Hendra Gunawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved