Wajahnya Disiram Air Keras Oleh Suami, Wanita Ini Buka Pintu Maaf dan Cabut Laporan Polisi

Vivi Susanti (42), warga Desa Bulu Brangsi, Kecamatan Laren, Lamongan, jadi korban penganiayaan yang dilakukan suaminya. wajahnya disiram air keras.

Wajahnya Disiram Air Keras Oleh Suami, Wanita Ini Buka Pintu Maaf dan Cabut Laporan Polisi
Tribun Jatim
Korban Vivi Susanti saat jalani rawat inap dan sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, Rabu (4/12/2019). 

TRIBUNNEWS.COM - Vivi Susanti (42), warga Desa Bulu Brangsi, Kecamatan Laren, Lamongan, Jawa Timur itu, jadi korban penganiayaan yang dilakukan oleh suami, Ahmad Nasih Susanto (47).

Wajahnya disiram air keras hingga mengakibatkan luka. Mata dan bibirnya melepuh. Namun, ia membuka pintu maaf untuk sang suami dan mencabut laporan di kantor polisi.

"Kejadian Senin (2/12/2019) pukul 17.30 WIB yang dilaporkan adik korban ke polisi sudah dicabut," kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Wahyu Norman Hidayat kepada wartawan, Rabu (4/12/2019).

Yang melaporkan bukan korban, namun anggota keluarganya yakni adiknya, Hamamatin.

Baca: Tubuh Penuh Luka & Ngigau Ampun Bude, Bocah 4 Tahun Diduga Alami Kekerasan, Ini Kesaksian Warga

Baca: Sekap Pemilik Rumah yang Memberinya Tempat Berteduh, Sukitno Tewas Dihakimi Massa

Baca: Pengurus Pusat IKAHI Cemaskan Keselamatan Hakim

Belum diketahui pasti apa penyebab utamanya, hingga sang suami tega menyiksa istrinya sendiri.

Namun kasus tersebut tidak dilanjutkan oleh korban karena keduanya sepakat berdamai setelah mediasi di Polres Lamongan.

Menurut Norman, kasus tersebut sudah berakhir dengan jalan damai, setelah kedua belah pihak bertemu dan di mediasi di ruang unit perlindungan perempuan dan anak.

"Karena keduanya masih saling mencintai, namun kemarin ada sedikit masalah saja," katanya.

 

Korban Vivi Susanti saat jalani rawat inap dan sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, Rabu (4/12/2019).
Korban Vivi Susanti saat jalani rawat inap dan sejumlah barang bukti yang diamankan polisi, Rabu (4/12/2019). (SURYA/HANIF MANSHURI)

 

Kejadiannya terungkap, insiden itu kali pertama diketahui saksi.

Prastika Dwi (22) yang melihat terlapor menyiramkan cairan HCL pada korban.

Akibat siraman tersebut, korban mengalami luka pada mata kiri, hingga merah dan kini matanya mengalami kabur jika dipakai untuk melihat.

Luka korban tidak hanya di mata, bibir korban juga melepuh, dan tenggorokan terasa nyeri.

Halaman
12
Editor: Willem Jonata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved